Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Bagi Anda yang akan beraktivitas di wilayah DIY, hari ini, Rabu (11/8/2021), sebaiknya simak dahulu prakiraan cuaca berikut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tidak ada hujan di wilayah DIY hari ini. Hampir seluruh DIY mengalami cuaca yang seragam.
Adapun rincian prakiraan cuaca hari ini, Kota Jogja pagi hari cerah berawan, siang hari cerah berawan, malam hari cerah berawan dan dini hari cerah berawan.
Sleman diprediksi pagi hari cerah berawan, siang hari cerah berawan, malam hari berawan dan dini hari cerah berawan.
Bantul diprediksi pagi hari cerah berawan, siang hari cerah berawan, malam hari cerah berawan dan dini hari cerah berawan.
Kulonprogo diprediksi pagi hari cerah berawan, siang hari cerah berawan, malam hari cerah berawan dan dini hari cerah berawan.
Gunungkidul diprediksi pagi hari cerah berawan, siang hari cerah berawan, malam hari cerah berawan dan dini hari cerah berawan.
Suhu udara diperkirakan berkisar 23 hingga 31 derajat celcius, namun khusus Sleman mulai 20 hingga 29 derajat celcius. Kelembaban diperkirakan 65 hingga 95%.
Gelombang di pantai selatan DIY diperkirakan 3,5 hingga 5 meter. Angin bertiup dari tenggara ke barat laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.