Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Inspektur Inspektorat DIY, Wiyos Santoso (dua dari kiri) menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada Kepala Dusun Ledok Bolawen, Prasetyo, Jumat (14/8/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Di masa pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), banyak masyarakat terdampak secara ekonomi. Merespons hal ini, Inspektorat DIY turut membantu meringankan beban masyarakat terdampak dengan penyaluran bantuan sosial.
Program Inspektorat DIY Berbagi merupakan kebijakan Inspektur Inspektorat DIY, Wiyos Santoso untuk ikut meringankan beban warga di sekitar yang terdampak Covid-19. Kegiatan berlangsung Jumat (14/8/2021) dengan penyaluran 80 paket sembako kepada warga di Dusun Ledok Bolawen, Kalurahan Tlogodadi, Kapanewon Mlati.
Sekretaris Inspektorat DIY, Yudi Ismono mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan salah satu kegiatan sosial yang dilakukan oleh Inspektorat DIY. Pada kondisi normal, kegiatan sosial biasanya ditujukan ke panti jompo atau pihak yang membutuhkan. “Kali ini karena posisinya pandemi, maka kami mencoba membantu keluarga miskin di Dusun Ledok Bolawen,” katanya, Sabtu (14/8/2021).
Bantuan sosial bersumber dari iuran dari gaji karyawan Inspektorat DIY yang diambil 2,5%. Bantuan berupa sembako masing-masing senilai Rp150.000. Penyaluran ini menjadi kegiatan pertama Inspektorat DIY Berbagi yang telah diprogramkan untuk tiga bulan ke depan.
Adapun pemilihan warga Ledok Bolawen yakni karena merupakan lingkungan terdekat dengan Kantor Inspektorat DIY. “Ibaratnya orang Jawa nitipke awak kepada masyarakat sekitar. Karena dikepung tiga dusun, yang berikutnya akan kami distribusikan ke dusun yang lain lagi,” katanya.
Penerima merupakan warga miskin yang telah didata oleh kepala dusun setempat sehingga bantuan dapat diterima oleh mereka yang memang membutuhkan. Pada tahap selanjutnya Inspektorat DIY juga menyasar kepada karyawan outsourcing, tukang becak dan pedagang pasar.
Dalam penyaluran sembako, Inspektorat DIY tidak menyerahkannya kepada pejabat setempat tetapi langsung mendatangi rumah penerima untuk melihat langsung kondisi mereka sekaligus memastikan mereka layak untuk menerima bantuan.
Ia menuturkan kegiatan sosial ini diperlukan sebagai wujud saling membantu, khususnya dari aparatur sipil negara (ASN) yang tidak terdampak pandemi dengan tetap bisa bekerja dan menerima gaji utuh, kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi.
Kepala Dusun Ledok Bolawen, Prasetyo Santoso mengatakan warganya banyak yang berdampak secara ekonomi, seperti terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan lainnya. “Kami berterima kasih kepada Inspektorat DIY, berapapun jumlahnya bantuan ini bisa meringankan beban warga terdampak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.