Chun Woo Hee Mengaku Sulit Mendapatkan Peran karena Merasa Dirinya Jelek
Artis Chun Woo He membuka You Quiz on the Block sebagai bintang tamu dan menceritakan mengenai kehidupan dan kariernya.
Metallic Ass/Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Metallic Ass yang berdiri dan bergerilya sejak tahun 2008 di Kota Jogja telah dikenal di scene musik metal Indonesia sebagai pengusung jenis musik Thrash Metal. Mereka menyukai dan memainkan jenis musik ini untuk berkarya karena memiliki semangat pemberontakan sebagaimana yang dilakukan para pengusung thrash metal di era 80-an, dimana para
pengusung musik ini melawan dominasi dan kemapanan musik glam metal.
Kugiran metal yang beranggotakan Denizone (Bass+Vokal), Bable (Drum), dan Denny (Gitar) ini punya sebutan sendiri untuk jenis musik yang mereka usung, yakni Happy Metal. Mereka ingin menekankan bahwa musik metal dengan distorsi penuh itu dapat dibawakan secara ceria dan jenaka. Namun demikian, pesan-pesan dari lirik yang mengangkat tema-tema lagu yang berkisar pada kehidupan sehari-hari, nostalgia, nasionalisme dan kritik sosial-politik tetap disampaikan secara lugas kepada para pendengar.
Dalam rilis yang dikirimkan oleh Metallic Ass Management, dijelaskan bahwa Metallic Ass telah merilis debut album perdana mereka Thrash Metal 1983 pada April 2011 silam. Album yang saat itu merupakan perwujudan dari semangat misi mereka yaitu memasyarakatkan Thrash Metal dan Men-Thrash Metalkan Masyarakat. Album ini telah dirilis dalam format Kaset, CD dan telah tersedia di berbagai platform digital.
Tahun 2021 ini bertepatan dengan sepuluh tahun Album Thrash Metal 1983 dirilis. Sebagai bentuk selebrasi dan pengekspresian rasa syukur terhadap eksisnya album ini, Metallic Ass merilis konten berbentuk Live Session bertajuk: ASU! ALBUMNYA 10 TAHUN dan akan tayang di channel Youtube Metallic Ass serta dapat dinikmati melalui berbagai platform digital lainnya.
Dalam konten ini, Metallic Ass menyajikan 12 lagu repertoar mereka sebagaimana yang terdapat pada album Thrash Metal 1983. Tidak hanya tampil bertiga, untuk porsi gitar mereka merekrut Adam (Infinite Siennas) sebagai additional player untuk porsi gitar, dan vokalis tamu Dendi (Der Jager) di lagu Metal Sak Modare.
Sebagai pemanasan sebelum dirilisnya ASU! ALBUMNYA 10 TAHUN secara penuh, Metallic Ass merilis salah satu single yang menjadi bagian dari konten tersebut, yaitu satu nomor yang berjudul Kehabisan Kuota. Lagu ini dipilih untuk dirilis lebih awal karena pada momen Live Session ini untuk pertama kalinya karya tersebut dimainkan di luar studio secara live.
Pada Album Thrash Metal 1983 yang dirilis sepuluh tahun yang lalu, lagu ini berjudul Kehabisan Pulsa. Lirik dan judul sengaja sedikit direvisi untuk menyesuaikan dengan situasi dan konteks kekinian. Seperti apa penampilan Metallic Ass di Live Session: ASU! ALBUMNYA 10 TAHUN ini? Mari kita simak bersama di channel Youtube Metallic Ass!*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Artis Chun Woo He membuka You Quiz on the Block sebagai bintang tamu dan menceritakan mengenai kehidupan dan kariernya.
Ratusan unit properti dipamerkan kepada para agen properti, investor, hingga para broker dalam acara bertajuk Mandiri Lelang Festival (MLF) 2026
Ghost In The Cell karya Joko Anwar sukses menembus 3 juta penonton di bioskop dan tetap kuat di tengah persaingan film baru Indonesia.
Cara membuat status WhatsApp pakai lagu kini makin mudah lewat fitur musik resmi, Spotify, hingga Instagram Stories. Simak tips agar audio tetap jernih.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
LinkedIn memangkas sekitar 5 persen karyawan global di tengah tren PHK industri teknologi 2026 meski pendapatan perusahaan masih tumbuh positif.