Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Feny Selly
Harianjogja.com, SLEMAN--Tiga hari beroperasi kembali setelah tutup selama lebih dari sebulan karena Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM), sejumlah mal di Sleman masih relatif sepi dari pengunjung. Kondisi ini dinilai wajar untuk awal pembukaan yang diikuti dengan peraturan baru.
General Manager (GM) Ambarukmo Plaza (Amplaz), Surya Ananta, menjelaskan kondisi yang masih sepi lantaran masyarakat masih menyesuaikan dengan aturan yang baru, yakni wajib sudah divaksin dan menunjukkan aplikasi peduli lindungi.
“Sebagai langkah awal sampai hari ketiga ini, itu buat kami sebenarnya sudah menggembirakan karena yang masuk ke mal itu memang mereka sudah punya tujuan atau sudah punya rencana spending itu lebih jelas,” ujarnya, Kamis (26/8/2021).
Dengan masih sedikitnya pengunjung, pengelola mal juga lebih mudah dalam menerapkan protokol kesehatan. “Secara gradual harapan kami akan selalu naik karena untuk mengelola menjaga ketertiban prokes itu akan juga jauh lebih detail dengan tingkat kunjungan yang masih bertahap,” katanya.
Dalam peraturan terbaru, pengunjung diwajibkan punya aplikasi peduli lindungi di ponselnya. Pengunjung kemudian membuka aplikasi tersebut lalu scanning di QR yang dipasang di pintu. Setelah di-scan, aplikasi akan mendapat feedback di sistem.
“Nanti ada pilihan hijau, kuning, merah. Begitu hijau itu lolos sudah sah. Ditunjukkan ke sekuriti kita, tahu itu proses yang bener, lalu masuk. Kalau Kuning mungkin harus verifikasi dulu apa yang menjadi masalah nanti di-clear-kan. Kalau sudah clear artinya boleh masuk, kalau tidak ya tidak boleh masuk. Kalau merah sudah pasti tidak boleh masuk,” katanya.
BACA JUGA: Pencucian Uang Korupsi Sumber Daya Alam Tembus Rp37,8 Triliun
Dibukanya kembali mal menjadi angin segar untuk menggerakan roda ekonomi di sektor industri belanja. Menurutnya, di dalam pusat perbelanjaan bergantung sekian ribu karyawan dalam satu mal. “Selain itu, efek samping misal kos-kosan, warung makan itu tergantung juga dengan kita. Jadi dengan adanya pembukaan ini kami berharap ke depan ini akan konsisten,” ujarnya.
Salah satu pengunjung, Azalia, mengatakan ia tidak keberatan dengan adanya aturan baru yang mengharuskan pengunjung mal telah divaksin dan menunjukkan lewat aplikasi lindungi. “Jadi jelas sih trace-nya karena kan ketahuan berapa lama di dalam mall,” kata dia.
Meski demikian, ia menyayangkan di masa awal pembukaan, sosialisasi aturan baru tersebut masih kurang kepada masyarakat. Hal ini membuat para pengunjung baru mengunduh aplikasi di depan mal sehingga cukup menimbulkan kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san