Mau Perpanjang STNK? Ini Lokasi Samsat Keliling di Sleman
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
Ismail Fahmi./Ist.
Harianjogja.com, JOGJA-Pakar Media Sosial (Medsos) Ismail Fahmi mengungkap perundungan terjadi paling banyak di medsos Instagram dan Facebook. Penggunaan internet di Indonesia saat ini masih didominasi untuk hiburan di medsos dan belum mengarah ke produktivitas.
Pakar Media Sosial Ismail Fahmi menjelaskan berdasarkan pengamatannya perundungan di media sosial paling banyak terjadi di Instagram. Kemudian disusul facebook hingga TikTok. Fahmi menambahkan berdasarkan data Microsoft, Indonesia termasuk negara yang paling banyak terkena perundungan. Orang dirundung karena beberapa hal, antara lain penampilan.
“Perundungan paling banyak terjadi di Instagram dan Facebook. Kadang terlalu cantik dibully, terlalu gendut dibully, sudah kondisi sehat atletis masih dibully, serba salah. Pakai baju sederhana dibully katanya sok miskin, pakai baju bagus masih dibully juga katanya sok pamer,” katanya dalam diskusi daring Meningkatkan Literasi Digital dalam Upaya Membangun Daya Saing Bangsa, Kamis (23/9/2021).
Selain penampilan, seseorang kadang dirundung juga karena kemampuan akademik, seperti menghasilkan juara atau karya tertentu. Seringkali masih ada pihak yang tidak berkenan sehingga menjadi objek perundungan.
Dampak yang ditimbulkan akibat perundungan menjadikan korban tidak percaya diri, tidak berani berkomunikasi di ranah sosial, depresi hingga berfikir untuk bunuh diri. Bahkan ada juga yang menghapus akun medsosnya karena menjadi korban perundungan. Selain itu dampak lain adalah enggan masuk kelas bagi pelajar, hingga mengalami persoalan makan tidak teratur.
Baca juga: Menimba Air, Seorang Warga Temukan Mayat di Sumur
“Kadang ada yang menghilang sama sekali di medsos, ada indikasi terkena bully, sehingga harus dibantu. Oleh karena itu penggunaan internet harus diarahkan untuk hal-hal bijak dan bermanfaat,” katanya.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengungkap pemanfaatan internet di Indonesia memang belum maksimal untuk menunjang produktivitas. Sebagian besar masyarakat menggunakannya untuk bermedsos, mengakses informasi dan berita serta hiburan. Namun paling banyak untuk medsos, ia mencontohkan pengguna internet dari jenjang pendidikan S1 hingga S3 sebanyak 92% menggunakan internet untuk bermedsos.
“Secara umum ini karena persoalan literasi digital yang rendah, ini juga dipicu oleh rendahnya literasi membaca masyarakat. Sehingga keberadaan internet tidak secara maksimal digunakan untuk hal yang produktif. Tetapi hanya untuk hiburan seperti bermedsos,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.
Simak syarat dan cara mendapatkan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu, mulai KTP, bukti miskin hingga pengajuan ke LBH.
Barcelona mencetak 21 gol dalam lima laga LaLiga 2026/2027. Produktivitas ini membuat rekor 121 gol Real Madrid kembali menjadi sorotan.
Ban mobil listrik bocor tidak selalu harus diganti. Cek syarat, batas kerusakan, acoustic foam, dan prosedur tambal yang aman
Borneo FC vs Dewa United digelar 16 September 2026. Simak jadwal, rekor H2H, modal kedua tim, dan prediksi skor laga.