Jadi Pahlawan Timnas Indonesia, Emil Audero Tuai Apresiasi Rayo
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Ilustrasi/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL - Polres Bantul dan Pemkab Bantul akan terus menyisir sejumlah gudang ilegali menyusul pengungkapan pabrik obat-obatan ilegal oleh Bareskrim Polri di Bantul.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengakui kecolongan dengan keberadaan pabrik obat-obatan ilegal.
"Kami akan koordinasi dengan Pemkab Bantul untuk mengawasi (gudang) agar tidak disalahgunakan," kata Kapolres, Rabu (29/9).
Kapolres menambahkan saat ini ada beberapa wilayah di Bantul terdapat gudang industri, seperti di Kapanewon Kasihan dan Kapanewon Pajangan. Polres bersama Kodim dan Polres Bantul akan mengecek keabsahan perizinan gudang-gudang tersebut.
"Tak hanya perizinan, kami akan cek kegiatan dan isinya," ujar Kapolres.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharto mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan Polres dan Kodim Bantul untuk mengecek keberadaan gudang di wilayahnya. Pemkab ingin memastikan perizinan dari gudang-gudang tersebut sesuai dengan peruntukannya. "Kami antisipasi adanya pengalihfungsian gudang tanpa laporan," ujar Yulius.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Ditipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama dengan Polda DIY membongkar jaringan produksi dan peredaran gelap obat keras jaringan Jabar-DKI-DIY-Jatim-Kalsel, di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Senin (27/9/2021).
Polisi meringkus tiga orang dan menyita puluhan juta obat keras yang telah dikemas, bahan pembuatan, dan sejumlah peralatan untuk produksi obat keras.
Direktur Ditipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjend Krisno H Siregar mengatakan pada 13-15 September 2021, Subdit 3 Ditipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus peredaran gelap obat keras psikotopika oleh M dan delapan orang lainnya.
“Dari sana kami menyita barang bukti lebih dari lima juta butir pil golongan obat keras jenis Hexymer, Trihex, DMP, Tramadol, double L, Aprazolam dari berbagai TKP di Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi dan Jaktim,” katanya dalam konferensi pers, Senin (27/9/2021).
Obat ilegal yang disita berasal dari Jogja. Krisno pun meminta tim Ditipidnarkoba Bareskrim Polri berkerja sama dengan Polda DIY. Lalu, pada 21 September 2021 pukul 23.00 WIB, polisi berhasil menangkap WZ yang kemudian menjadi tersangka dan saksi A di sebuah gudang yang berada di Kasihan, Bantul. Petugas pun langsung menggeledah tempat yang diduga sebagai lokasi produksi obat-obat keras.
WZ adalah penanggung jawab gudang dan saksi AR (pekerja) menerangkan jika atasannya adalah LSK alias DA. Kemudian pada Rabu (22/9) sekitar pukul 00.15 WIB petugas menangkap DA di Kasihan, Bantul.
“DA menyebut masih ada satu pabrik lainnya terletak di gudang Bayuraden, Gamping, Sleman. Hingga Rabu (22/9/2021) sekitar pukul 02.15 WIB, tim gabungan melakukan penggeledahan dan menemukan pabrik pembuatan dan penyimpanan obat keras,” ungkap Krisno.
“Berdasarkan keterangan para tersangka diketahui bahwa pabrik tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2018 dan bisa memproduksi 2 juta butir obat ilegal per-hari."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
KAI Daop 6 Yogyakarta menunda penertiban emplasemen Stasiun Solo Jebres. Stasiun ini melayani rata-rata 5.100 penumpang setiap hari.
Prakiraan cuaca DIY Minggu, 11 Oktober 2026, didominasi cerah. Suhu Kota Jogja diperkirakan mencapai 34°C, tertinggi di antara wilayah DIY.
Sebanyak 5.000 peserta mengikuti meditasi Tata Hati Indonesia yang digelar YCCK di UGM, secara langsung maupun daring, tanpa dipungut biaya.
PSG mengalahkan Le Mans 3-1 pada pekan keenam Liga Prancis. Lucas Beraldo, Khvicha Kvaratskhelia, dan Maghnes Akliouche mencetak gol.
Avenged Sevenfold mengguncang JIS lewat lagu-lagu hits, termasuk So Far Away, Dear God, dan A Little Piece of Heaven.