40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Bunga tabebuya di depan Kelenteng Gondomanan bermekaran. /Ist- twitter @bestewens
Harianjogja.com, JOGJA- Pada awal Oktober 2021 ini, ada pemandangan indah bagi Anda yang biasa melintasi kawasan Gondomanan Kota Jogja, tepatnya di Jl. Brigjen Katamso.
Di tepi jalan, tepatnya di depan Kelenteng Gondomanan, bunga-bunga bermekaran di atas pepohonan yang banyak ditanam di jalan tersebut. Di setiap pohon, nyaris semua pucuknya dipenuhi bunga. Ada yang berwarna putih, ada pula yang merah muda.
Keindahan bunga-bunga tersebut dibagikan oleh warganet di twitter dengan nama akun @bestewens. Ia mengunggah empat foto cantiknya bunga-bunga bermekaran di depan Kelenteng Gondomanan.
"Bunga-bunga di depan Klenteng Gondomanan sedang bermekaran, seperti musim semi," tulisnya, dalam unggahan pada Minggu (3/10/2021).
Bunga-bunga tersebut adalah bunga tabebuya. Dikutip dari wikipedia, Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) adalah sejenis tanaman yang berasal dari negara Brasil dan termasuk jenis pohon besar. Seringkali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat.
Tabebuya sudah dijadikan tanaman peneduh jalan raya di Surabaya, Batu, Magelang, Malang, Purwokerto, Kediri, Karanganyar dan kota-kota lainnya. Namun, di Jogja, bunga ini belum banyak ditanam.
Setiap akhir September atau awal Oktober, pohon tabebuya akan berbunga. Kecantikan bunga-bunga tabebuya yang menghiasi kota-kota tersebut menjadi viral di media sosial.
Rupanya, warganet berharap agar bunga tabebuya lebih banyak ditanam di Jogja. Hal ini tampak dari komentar warganet saat foto-foto indahnya bunga tabebuya yang diunggah oleh @bestewens itu dibagikan ulang oleh akun @JogjaUpdate.
"Perbanyak tabebuya neng jogja @PemkotJogja," tulis akun @AndhiSukuri1929 sambil menyebut akun instagram resmi Pemkot Jogja.
"Kembang2 ginian banyak yang hilang di Jogja. Apalagi dulu, Tugu ke selatan banyak bunga2nya, terus itu jalan kenari juga bunga2annya pada ilang." tulis @PanggilsayaCay.
"Jogja rasa jepang, yuk ramaikan yuk," tambah @zumha_.
Nah, itulah harapan warganet untuk keindahan Kota Jogja. Bagaimana menurut Anda?
Bunga-bunga di depan Klenteng Gondomanan sedang bermekaran, seperti musim semi @bestewens
— jogjaupdate.com (@JogjaUpdate) October 4, 2021
pic.twitter.com/wu366LOkyF
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Kementerian PU meninggikan jalan Semarang-Demak dan membangun infrastruktur pengendali banjir untuk mengantisipasi rob jelang Nataru 2026/2027.
Pemprov Jateng mencatat 200.815 UMKM telah bersertifikat halal. Penguatan ekosistem halal didorong untuk mendukung pariwisata ramah Muslim.
Kota Callao di Peru membangun patung Paus Leo XIV setinggi 14 meter menjelang kunjungan sang paus pada 11–17 November 2026.
Erdogan meminta Trump mengakhiri ketegangan AS-Iran melalui diplomasi. Pemerintahan AS dilaporkan terbelah soal kelanjutan konflik.
Badai musim dingin merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina di Gaza. Ribuan warga terancam penyakit dan kehilangan tempat berlindung.