RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Wisatawan di Candi Prambanan. /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY menyambut baik pencanangan Candi Prambanan yang akan dijadikan sebagai pusat ibadah umat Hindu dunia oleh Kementerian Agama. Pencanangan tersebut dinilai bakal berdampak positif bagi warga sekitar dari sisi ekonomi.
“Saya kira bagus dari dampak ekonomi karena tamu datang tentu membawa sesuatu seperti wisatawan tapi dalam rangka ibadah. Kita akan sesuaikan itu,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, di Komplek Kepatihan, Jumat (8/10/2021).
Baskara Aji mengaku dirinya sudah pernah diundang langsung untuk membicarakan terkait pencanangan tersebut bersama kepala Dinas Kebudayaan di Jakarta. Pada prinsipnya, Pemda DIY mendukung jika Candi Prambanan dipakai sebagai tempat ibadah umat Hindu dunia.
Menurut dia, sebelum dicanangkan pun, selama ini Candi Prambanan sudah digunakan untuk ibadah umat Hindu, seperti Tawur Agung Kesanga. Jika ingin dicanangkan lagi secara resmi pihaknya mendukung karena bisa menjadi bukti bahwa DIY sangat menjaga toleransi antarumat beragama, termasuk Hindu.
BACA JUGA: Gaji 4,5 Juta per Bulan Tak Dikenai Pajak, Ini Penjelasan Sri Mulyani
Namun demikian perlu juga disosialisasikan kepada warga sekitar Candi Prambanan agar jika ada tamu banyak dari berbagai negara untuk menyambutnya dengan baik, difasilitasi, dan dibantu. Pengelola Candi Prambana juga harus mempersiapkannya dengan baik, terlebih saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
Prambanan yang sudah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO tersebut selama ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kemendibudristek); Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sebagai BUMN, Pemda DIY dan juga Pemprov Jawa Tengah. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pencanangngan tersebut kepada pemerintah pusat, “Tugas daerah adalah mensosialisasikannya kepada masyarakat supaya tidak terkejut,” ucap Baskara Aji.
Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini termasuk dalam situs warisan dunia UNESCO dan menjadi salah satu candi terindah di dunia.
Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DIY, I Nyoman Warta mengatakan dari dulu umat Hindu nusantara dan dunia mengangungkan Candi Prambanan sebagai bukti sejarah leluhur yang adiluhung.
“Ini kan dunia saja kagum, masa kita sendiri yang memilkiki tidak ikut memelihara secara spiritual. Hindu bukan ingin menguasai, tidak! Itu Pariwsata tetap jalan, cuma kami minta menggunakan dalam waktu-waktu tertentu pada saat sembahyangan har-hari besar,” kata Warta.
“Tujuannya mengagungkan, menghormati karya leluhur kita yang adiluhung,” tambah Warta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dalam OTT Bupati Langkat terkait dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan dan Perkim.
Kemenhut melepasliarkan lima Orangutan Kalimantan di TN Betung Kerihun usai rehabilitasi untuk memperkuat populasi satwa dilindungi di alam liar.
Program Magang Nasional 2026 dibuka dengan kuota 150.000 peserta. Simak cara daftar, jadwal seleksi, syarat, dan besaran gajinya.