Art Space Artotel Leguna Magelang Hadirkan Pameran Lukisan
Artotel Leguna Magelang, tampil unik dengan konsep ruang kreatif yang menyediakan art space sebagai tempat pameran karya seniman lokal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIY, drh. Berty Murtiningsih (kanan) berbicara dalam Focus Group Discussion Harian Jogja "Bersama Tangkal Gelombang Ketiga", Senin (18/10/2021)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini melandai. Meski demikian, Dinas Kesehatan DIY terus berupaya melakukan penanggulangan dan antisipasi potensi munculnya gelombang ketiga Covid-19.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIY, drh. Berty Murtiningsih menyebutkan situasi 17 Oktober 2021 penambahan kasus Covid-19 di DIY sebanyak 15 orang. "Yang meninggal nol, mudah-mudahan bisa bertahan dan seperti ini," katanya, dalam Focus Group Discussion Harian Jogja "Bersama Tangkal Gelombang Ketiga", Senin (18/10/2021).
Ia mengakui, saat ini terjadi pelonggaran aktivitas di masyarakat karena kasus Covid-19 melandai. Ada aktivitas tilik (menjenguk orang sakit) dan senam bersama. Ia menegaskan, tentunya aktivitas masyarakat ini harus diikuti pengawasan yang ketat oleh masyarakat itu sendiri serta oleh aparat. Berdasarkan pengalaman negara lain, kasus Covid-19 pernah terkendali namun kemudian melonjak. Karenanya ia meminta masyarakat untuk saling mengingatkan.
Strategi penanggulangan Covid-19, lanjutnya, ada tiga pilar, yakni upaya pemerintah melaksanakan 3T (Testing, Treatmen, Tracing), vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat. Ketiga pilar ini harus bersinergi dan dilakukan bersama-sama.
Baca juga: Pemkab Usulkan 3 Titik Exit Tol di Kulonprogo, Ini Lokasinya
Kapasitas testing di DIY sudah melebihi standar WHO, bahkan testing harian harusnya 550, realisasinya saat ini sudah lebih dari 7.000 testing. Cakupan vaksinasi per 16 Oktober sudah lebih dari 90%, di atas target Kemenkes, meski permasalahannya adalah belum merata di daerah.
"Pilar ketiga, perubahan perilaku, kami sudah tiga kali survei, hasilnya menunjukkan perilaku masyarakat untuk menaati prokes sudah cukup bagus dari sisi pemakaian masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi memang ini perlu terus harus diingatkan," katanya.
Ketua Satgas Covid-19 UGM, dr. Rustamadji mengatakan hari ini, UGM mulai melaksanakan kuliah tatap muka dengan pembatasan ketat yakni per kelas maksimal 25%, selebihnya ditayangkan melalui virtual. Ia mengingatkan bahwa meski prokes di Jogja sudah baik tapi seiring datangnya mashasiswa dari luar daerah, perlu diantisipasi.
"Mungkin di sana tidak biasa pakai masker, [kebiasaan itu] bisa terbawa ke sini. Karena situasi di sana nyaman-nyaman saja, karena kasus Covid-19 kecil. Kami dari universitas akan mencoba menyosialisasikan [prokes]. Juga perlu diantisipasi di tempat makan bersama, termasuk di tempat nongkrong dan tempat ekstrakurikuler," katanya. (Nina Atmasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Artotel Leguna Magelang, tampil unik dengan konsep ruang kreatif yang menyediakan art space sebagai tempat pameran karya seniman lokal.
Cari HP tahan air untuk ojol? Simak lima pilihan smartphone bersertifikasi IP68 atau IP69, lengkap dengan spesifikasi dan kisaran harga September 2026.
Pemkab Bantul mengembangkan sekitar 46 Desa Prima untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus mendorong peran mereka di masyarakat.
Jorge Martin merebut pole position MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring. Pembalap Aprilia itu mengungguli Marc Marquez dalam kualifikasi.
Kenali 13 tanda rem mobil bermasalah, mulai dari pedal terasa keras, bunyi gesekan, hingga jarak pengereman memanjang. Simak penyebab dan cara mengantisipasinya
Gemini milik Google mengakses sistem tiga perusahaan saat uji coba keamanan siber pada Mei 2026. Google menyatakan ketiga perusahaan telah diberi tahu.