Petani Magelang Tingkatkan Nilai Sawi Lewat Keripik Kraukk
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Dani Wigung, pemilik Pengantin Production, saat memasang sanggul di rambutnya. /tangkapan layar TikTok
Harianjogja.com, JOGJA-- Untuk tampil menjadi cantik, perempuan membutuhkan berbagai peralatan kecantikan. Salah satu peralatan kecantikan yang wajib dan selalu dibutuhkan adalah sisir, yang gunanya untuk merapikan rambut.
Namun, apa daya ketika di saat hendak memakai sanggul di rambut, ternyata lupa membawa sisir. Hal itu dialami Dani Wigung, pemilik Pengantin Production, sebuah wedding organizer (WO) di Jogja.
Saat memimpin jalannya prosesi pernikahan, Dani Wigung biasanya mengenakan pakaian kebaya dan jarit, lengkap dengan rias dan sanggul rambut. Namun, sebuah insiden dialaminya.
Seperti diunggah di akun TikToknya yang bernama daniwigung, ia mengungkapkan pengalamannya saat ia telah selesai dandan, ternyata sisir sasaknya tertinggal. Padahal, ia harus memasang sanggul di rambutnya guna melengkapi penampilannya saat akan memimpin acara pernikahan.
Untuk memasang sanggul, tentu saja, sisir menjadi piranti utama. "Saat aku sudah selesai dandan, ternyata sisir sasakku tidak ada," katanya, dalam unggahan, dikutip Senin (25/10/2021).
Rupanya, Istri dari dr. Wigung Wratsangka, seorang pembawa acara khusus Pengantin Tradisional Jawa itu menemukan cara. Ia pun menyebutnya sebagai MacGyver, yaitu seorang karakter dalam film yang selalu banyak akal di saat dalam kondisi terdesak.
Dani Wigung menemukan sebuah garpu dari souvenir acara pernikahan pemberian kliennya sebelumnya. Untung saja, souvenir itu terbawa olehnya.
"Mendadak aku jadi MacGyver. Aku ingat ada souvenir sendok garpu dari klienku sebelumnya. Aku gunakan sebagai jungkat atau sisir merapikan rambutku. Garpu tak keruk-kerukkan di rambut, lumayan, rodo landep [Garpu aku garuk-garukkan di kepala. lumayan, agak tajam]. Kalau gak hati-hati garpune bisa nancep di kepala ini," katanya.
Hasilnya pun lumayan. Rambut depannya rapi ke belakang dan sanggul terpasang di kepala belakang. "Nah ini sekarang tinggal ngelem [menempelkan] pakai hairspray. Untung yang aku bawa sanggul modern sehingga aku tidak perlu disasak rambut tinggi, dengan cepol seperti ini sudah cukup. Tinggal dipantek [dikaitkan] kanan dan kiri pakai jeput rambut, sanggul wes cemanthel [sudah tergantung]. Dirapikan lagi dengan garpu lagi," katanya.
Dani menyebut kemampuannya tersebut sebagai kecerdasan tingkat dewa. "Not bad, itulah kecerdasan tingkat dewa seorang emak-emak," katanya.
Nah seperti itulah dandan saat darurat karena sisir ketinggalan. Bisa ditiru nih jika kondisi darurat juga!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
BNNP DIY bersama Bandara YIA mengedukasi pelajar Kulonprogo tentang bahaya narkoba. Peredaran pil sapi disebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Airlangga Hartarto optimistis sistem BI tetap solid saat transisi gubernur. KSSK memastikan kebijakan pro pertumbuhan dan pro stabilitas berlanjut.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.