Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Foto Ilustrasi kegiatan sosial kemasyarakatamn. /Istimewa-BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, JOGJA--Wakil Bupati Bantul yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Joko Budi Purnomo meminta Satgas tingkat kalurahan, relawan dan jaga warga untuk memperketat kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini untuk mengantisipasi klaster takziah di Sedayu, Bantul, kembali terulang.
“Kita optimalkan relawan dan jaga warga untuk mengawasi setiap kegiatan sosial kemasyarakatan harus mengedepankan disiplin protokol kesehatan,” kata Joko, di Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, Kamis (4/11/2021).
Joko mengatakan dalam Instruksi Bupati Bantul Nomor 33 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dijelaskan meski ada kelonggaran kegiatan masyarakat namun tetap harus mengedepankan disiplin protokol kesehatan. Dalam instruksi tersebut juga dijelaskan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 tidak hanya Satgas. Namun juga semua unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, relawan, jaga warga, PKK, hingga Dasa Wisma.
Pihaknya tidak ingin kelonggaran kegiatan masyarakat di tengah PPKM Level 2 ini menjadi euforia masyarakat dengan mengabaikan prokes. Sebab dikhawatirkan ketika terjadi peningkatan kasus bukan tidak mungkin PPKM kembali naik level dan yang dirugikan adalah semua unsur termasuk masyarakat sendiri jika terjadi pembatasan kegiatan kembali.
Selain melibatkan relawan dan jaga warga, Joko mengatakan Satgas dibantu TNI Polri juga melakukan pengawasan disiplin prokes sampai tingkat bawah. Setiap penyelenggara kegiatan sosial harus melalui izin dari Satgas tingkat kalurahan sampai kapanewon. “Penewu dan lurah nantinya yang akan menyeleski apakah kegiatan tersebut dapat dilakukan atau tidak, melanggar Inbup atau tidak,” ucap Joko.
Lebih lanjut Joko mengungkapkan keprihatinannya terkait klaster takziah di Sedayu yang terus meluas hingga lintas kecamatan, bahkan lintas kabupaten. Klaster tersebut sudah menyebar sampai Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Khusus untuk Sedayu saja sudah ada 25 orang yang positif dari hasil tracing, belum lagi di Kapanwon Sewon, Banguntapan, dan Kasihan juga terkena tracing dari klaster takziah Sedayu tersebut.
Dia sudah mengumpulkan empat penewu untuk mengambil langkah cepat agar klaster takziah Sedayu tidak terus melebar sampai tempat lain. Selain itu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Kesehatan juga diminta untuk mendatangi sekolah-sekolah untuk survei perilaku prokes masyarakat di sekolah
“Monitoring oleh Satpol PP tata kelola prokes di tiap sekolah, survei perilaku masyarakat terkait prokesnya, nanti akan ditemukan peta akan langsung buat sebuah rumusan,” kata Joko.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menambahkan saat ini dibutuhkan kejujuran masyarakat di tengah kelonggaran aktivitas masyarakat di PPKM level 2. Dia melihat masyarakat euforia dalam PPKM level 2 ini sehingga mengabaikan protokol kesehatan.
“Butuh kejujuran masyarakat ketika setelah interaksi dari daerah lain atau kondisi tubuh kurang vit atau terkena tracing kontak erat sebaiknya membatasi mobilitas karena keterpaparan berimbas pada orang lain,” ujar Yulius.
Pihaknya sudah melakukan monitoring ke sejumlah sekolah untuk mengecek protokol kesehatan. Secara umum prokes di sekolah sudah bagus, namun ada satu dua kasus yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti siswa selesai menggelar kegiatan belajar mengajar dan menunggu jemputan orang tua terjadi kerumunan. Demikian juga ada pedagang di sekolah yang bisa menyebabkan kerumunan siswa.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan agar tidak terjadi kerumunan dengan menyediakan tempat khusus yang memungkinkan jaga jarak saat menunggu jemputan orang tua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Harga pangan nasional Jumat 21 Agustus 2026 mencatat cabai rawit merah Rp69.200 per kg dan telur ayam ras Rp29.250 per kg
OTT KPK terhadap Rektor Unsoed menambah daftar pimpinan kampus yang terseret korupsi. Simak deretan kasus rektor yang pernah berhadapan dengan hukum.
Toyota batasi pasokan GR GT 200-250 unit di AS. Strategi cegah spekulan. Harga mulai Rp3,4 miliar, mesin V8 hybrid 641 hp.
Meta paling rakus data pengguna dengan 25 jenis data. Google kedua dengan 17 jenis. Riset Surfshark ungkap rahasia Big Tech.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe gagal ke semifinal Cincinnati Open 2026. Kalah 5-7, 5-7 dari Bouzkova/Noskova di perempat final.