DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, Rabu (16/1/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul belum berencana untuk menggunakan aplikasi Sugeng Rawuh seperti yang digunakan Pemkot Jogja di kawasan wisata. Untuk pengendali protokol kesehatan di area wisata lebih mengedepankan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja. Pengawasan prokes terus diperketat karena masih banyaknya wisatawan yang ngeyel.
“Sudah ada aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja, ini yang kami dorong untuk digunakan di area wisata,” katanya, Minggu (7/11/202).
Menurut dia, penggunaan aplikasi ini sudah sesuai dengan instruksi dari Menteri Dalam Negeri maupun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk kedua aplikasi, Hary mengklaim dibuat sebagai instrumen pengendali protokol kesehatan. Menu-menu di aplikasi didesain untuk aktivitas masyarakat dalam upaya pengendalian Covid-19.
Selain itu, ada juga upaya peningkatan pengawasan setiap libur akhir pekan. Yakni, dengan menambah petugas yang berasal dari lintas sektor mulai dari SAR Satlinmas, kepolisian, TNI hingga petugas dari lingkup Pemkab Gunungkidul.
“Mudah-mudahan wisatawan bisa patuh terhadap protokol kesehatan sehingga destinasi wisata tidak menjadi sumber penyebaran virus,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kawasan wisata dari Poktunggal hingga Baron ramai dikunjungi wisatawan. Untuk kondisi masih aman dan terkendali karena hingga Minggu siang tidak ada laporan kecelakaan laut.
Meski demikian, dia tidak menampik untuk penerapan protokol kesehatan masih ada yang ngeyel, salah satunye mencopot masker saat di pantai. Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, anggota SAR terus melakukan imbauan melalui pengeras suara agar wisatawan mematuhi protokol kesehetan.
“Terus kami imbau secara berkala, tapi memang di lapangan tetap saja ada wisatwan yang ngeyel,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.