AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi./IST
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus melakukan berbagai langkah agar angka pertumbuhan ekonomi DIY tetap bertahan. Salah satunya adalah memberikan bantuan ongkos kirim dan pelatihan.
"Insentif ini untuk usaha yang memungkinkan dikembangkan. Eksport, konstruksi, telekomunikasi dan kesehatan. Kami juga berikan insentif kepada teman-teman di bidang industri yang menyerap banyak tenaga kerja atau padat karya," kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Rabu (23/11/2021).
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) DIY mencatat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM level 4 menahan pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan III 2021.
BACA JUGA: Jasad Lansia Ditemukan Mengambang di Kali Serang
Ekonomi DIY pada triwulan III 2021 tumbuh 2,3% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan II 2021 11,8% (yoy).
Plt. Kepala BI DIY, Miyono mengatakan dilihat secara komponen, konsumsi menahan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan. Konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi sebagai dampak dari PPKM.
Turunnya optimisme konsumsi swasta tercermin dari turunnya nilai IKK pada Triwulan III 2021 sebesar 92,9%, turun dibandingkan dengan Triwulan II 2021 sebesar 115,4%. Sementara itu, investasi masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, yaitu tercatat tumbuh 8,3% (yoy).
Adapun pertumbuhan investasi utamanya dipicu oleh masih berlangsungnya Proyek Strategis Nasional (PSN) penunjang bandara, yakni pembangunan tol Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen.
Pertumbuhan investasi juga bersumber dari pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan [JJLS] yang masih terus berjalan. Meskipun demikian, laju pertumbuhannya tidak setinggi pada triwulan sebelumnya karena faktor based effect di mana titik terendah pandemi terjadi pada Triwulan II 2020 dan pada Triwulan III sudah terjadi rebound,” ucap Miyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.