Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Sejumlah anggota Polsek Kalibawang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pencurian alat pendeteksi hujan di di Pos Curah Hujan, tepatnya di pedukuhan Pantog Wetan, kalurahan Banjaroyo, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo pada Rabu (1/12/2021)/Ist-Polsek Kalibawang
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pencurian alat pendeteksi hujan milik Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY terjadi pada Senin (29/11/2021). Hilangnya alat pendeteksi hujan bernilai puluhan juta tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat.
Padahal alat ini berguna untuk mendeteksi curah hujan sekaligus sebgai antisipasi potensi banjir.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan kejadian hilangnya alat pendeteksi hujan baru dilaporkan ke Polsek Kalibawang pada Selasa (30/11/2021). Sedangkan, kejadian hilangnya sendiri terjadi satu hari sebelumnya.
"Kejadian hilangnya alat pendeteksi hujan terjadi di Pos Curah Hujan, tepatnya di pedukuhan Pantog Wetan, kalurahan Banjaroyo, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo," ungkap Jeffry pada Rabu (1/12/2021).
BACA JUGA: Biden Minta Warga AS Tidak Panik Hadapi Omicron
Dikatakan Jeffry, kejadian hilangnya alat pendeteksi hujan diketahui pertama kali oleh warga setempat. Warga kemudian melaporkan kepada petugas terkait. Setelah dilakukan pengecekan, alat pendeteksi hujan benar-benar sudah raib.
"Alat pendekteksi curah hujan memiliki jam yang berfungsi memutar grafik data curah hujan di lokasi setempat. Alat tersebut mempunyai ciri-ciri berbentuk bulat warna kuning terbuat dari kuningan dengan merek Thies," kata Jeffry.
Lebih lanjut, dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 subs 362 KUHP masih dalam penyelidikan polisi. Polisi telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kerugian yang dialami oleh dinas terkait atas hilangnya alat pendeteksi hujan ini menyentuh angka sekitar Rp22 juta. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui dalang dibalik aksi pencurian ini (alat pendeteksi hujan)," terang Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.