Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Pengunjung Alkid menutup matanya dan berupaya melewati dua pohon yang ada di tengah Alkid, Jumat (12/2/2021)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DIY akan menempatkan personelnya di Alun Alun Selatan dan Alun Alun Utara saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Selain menempatkan personel, Satpol PP akan membubarkan dan meminta pengunjung di kedua kawasan tersebut untuk pergi dari kawasan tersebut.
"Kami tempatkan personel baik di Alun Alun Selatan dan Alun Alun Utara. Nanti pengunjung yang nekat datang akan kami minta putar balik. Kami juga akan sosialisasian ke pedagang di sekitar terkait dengan penutupan alun alun," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad, Minggu (12/12/2021).
BACA JUGA: Pemerintah Ternyata Tengah Menggodok UU Fintech
Lebih lanjut Noviar mengungkapkan, saat ini telah menyiapkan sebanyak 598 personel untuk pengamanan libur Nataru. Jumlah itu terdiri dari 250 personel yang akan mobile mengawasi penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Sedangkan sisanya, akan ditempatkan di objek wisata.
"Nanti akan kami bagi dalam enam regu. Semua akan bergabung dengan TNI dan Polri serta Dinas Perhubungan," katanya.
Dari enam regu yang dipersiapkan, 3 regu akan bertugas di tiga lokasi perbatasan yakni Prambanan, Tempel dan Temon.
"Nanti disana akan ada pemeriksaan acak syarat perjalanan yakni wajib vaksin dosis 2 dan tes antigen. Pemeriksaan akan dilakukan secara acak. Dishub akan menyiapkan personel dari puskesmas untuk antigen dan vaksin kedua," imbuhnya.
Sementara 3 regu lainnya, kata Noviar Satgas Covid-19 DIY akan bertugas menyisir dan mengawasi kegiatan masyarakat, tempat wisata dan pusat perbelanjaan. Mereka akan bertugas dalam 3 sif berbeda, yakni pagi, siang dan malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.