Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Pemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mengusulkan alokasi 24 ton minyak goreng ke Kementerian Perdagangan untuk menggelar operasi pasar tahap kedua di Jogja karena harga komoditas pangan itu melambung sejak akhir 2021.
"Kami mengusulkan 24 ton [minyak goreng], mudah-mudahan semuanya bisa terpenuhi. Paling tidak bertahaplah, tapi kami mintanya segitu," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto saat dihubungi di Yogyakarta, Senin (17/1/2022).
Yanto berharap usulan pasokan minyak goreng ke Kemendag bisa segera terealisasi pada pekan ini sehingga ditargetkan OP minyak goreng bisa kembali digelar di seluruh kabupaten/kota se-DIY dengan harga Rp14.000 per liter.
BACA JUGA: Nama Ibu Kota Indonesia yang Baru adalah Nusantara
Menurut dia, OP minyak goreng kemasan sederhana perlu kembali digelar karena OP tahap pertama yang mencapai 2,4 ton pada akhir Desember 2021 tidak signifikan menekan harga jual komoditas pangan tersebut di pasaran Jogja.
Berdasarkan pantauan Disperindag DIY per 17 Januari 2022, rata-rata harga minyak goreng kemasan sederhana di Pasar Demangan, Kranggan, dan Beringharjo, Kota Jogja, masih berkisar Rp19.500 per liter, dan minyak goreng curah Rp18.500 per liter. "Kemarin itu [OP pertama] sangat sedikit sehingga tidak terasa, " ujar Yanto.
Ia meyakini OP tahap kedua akan mampu menekan harga jual di pasaran hingga mendekati harga OP yang ditetapkan Kemendag Rp14.000 per liter.
"Mudah-mudahan [OP tahap dua] secepatnya bisa terealisasi dan mungkin bisa dirasakan oleh masyarakat karena kalau 24 ton itu kan cukup banyak ya," kata dia.
Selain menggelar OP, menurut Yanto, Disperindag DIY juga melakukan pemantauan stok persediaan minyak goreng di sejumlah distributor untuk mengantisipasi kelangkaan serta mencegah penimbunan.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, menurut dia, tidak ditemukan penimbunan serta kelangkaan persediaan minyak goreng di DIY. "Yang jelas barangnya tersedia, cukup aman, cuma memang harganya sekarang lagi naik, " tutur Yanto.
Pemerintah berencana menggelontorkan 1,2 miliar liter minyak goreng ke pasaran. Kegiatan tersebut dilakukan demi menurunkan harga minyak goreng yang sampai saat ini masih mahal.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi di Jakarta menjamin pendistribusian 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan sederhana akan pemerintah lakukan mulai pekan ini guna menjaga stabilitas harga minyak goreng.
Menteri Lutfi juga menjelaskan berbagai indikator penyebab kenaikan harga minyak goreng di pasar, salah satunya akibat lonjakan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan bahan baku utama minyak goreng.
"Kami sedang mengintervensi supaya harga minyak goreng ini tetap ada dan terjangkau. Tujuan kami barang ada dan terjangkau pada harga Rp14.000 per liter," kata Mendag Lutfi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus