UGM dan Kementerian Pertahanan Jalin Kerja Sama

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Sabtu, 05 Februari 2022 10:07 WIB
UGM dan Kementerian Pertahanan Jalin Kerja Sama

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Rektor UGM, Panut Mulyono, berfoto setelah penandatanganan kesepakatan, di Balai Senat UGM, Jumat (4/2/2022)./Istimewa-Humas UGM

Harianjogja.com, SLEMAN—UGM menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertahanan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pertahanan negara, melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan Rektor UGM, Panut Mulyono, di Balai Senat UGM, Jumat (4/2/2022).

Panut mengatakan UGM telah banyak melakukan penelitian di bidang pertahanan dan keamanan. Saat ini UGM tengah mengembangkan berbagai riset serta melakukan hilirisasi berbagai produk riset, salah satunya di bidang alat kesehatan.

Pengembangan riset-riset strategis, menurutnya, menjadi wujud upaya UGM dalam mendukung ketahanan nasional dan meningkatkan daya saing bangsa. “Negara kita akan maju dan disegani kalau kita menguasai teknologi. Dengan teknologi kita bisa membangun kekuatan ekonomi dan juga kekuatan militer untuk bertahan jika ada bahaya yang mengancam,” katanya.

Kesepakatan antara UGM dan Kementerian Pertahanan memiliki ruang lingkup yang di antaranya meliputi penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan kelembagaan serta penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya.

Selain itu, kesepakatan juga meliputi penyelenggaraan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan lokakarya, penyediaan komponen pendidikan dan tenaga ahli, serta kegiatan lain yang disepakati oleh kedua pihak.

Prabowo menuturkan perguruan tinggi memegang peranan sebagai center of excellence di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM yang penting dalam konteks ketahanan nasional. “Saya ingin menegaskan betapa vitalnya kampus sebagai sumber brainware,” ujarnya.

Pertahanan negara menurutnya adalah hal penting yang telah dimandatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Tujuan melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia disebutkan paling awal, menandakan vitalnya usaha pertahanan negara.

Guna meningkatkan kemampuan pertahanan negara diperlukan ilmuwan handal di berbagai bidang, mulai dari bidang teknik hingga pertanian. “Pangan adalah bagian dari pertanian. Makanan adalah senjata yang strategis,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online