Video Viral! Terduga Maling Motor di Ponorogo Dikeroyok Warga
Video viral terduga pelaku curanmor diamuk massa di Ponorogo. Polisi amankan pelaku dan lakukan penyelidikan lebih lanjut.
Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Indonesia dalam rangka Milad ke-79 yang digelar, Selasa (1/3/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Kejahatan ruang siber makin marak terjadi di tengah masyarakat dan jumlah kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Forensik digital bisa menjadi salah satu upaya untuk menginvestigasi dan mengungkap kasus kejahatan siber.
BACA JUGA: Kabar Baik! Rute KRL Jogja-Solo ke Arah Timur Segera Diperpanjang
Kepala Pusat Studi Forensika Digital Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII), Yudi Prayudi dalam Pidato Ilmiah Rapat Terbuka Senat Milad ke-79 UII, Selasa (1/3) menjelaskan langkah investigasi yang didukung dengan forensik digital merupakan upaya pengungkapan kasus kejahatan pada ruang siber untuk mendapatkan bukti yang relevan. Dengan demikian, forensik digital dilihat sebagai bidang yang memiliki peran dan kontribusi yang semakin luas pada tahun-tahun mendatang.
“Bidang ini sangat diperlukan. Selain untuk pengungkapan berbagai kasus cyber crime juga bisa membantu menyelesaikan perselisihan dalam litigasi hukum, baik individu maupun institusi” kata Yudi.
Meskipun aktivitas forensika digital banyak dikaitkan dengan proses penegak hukum, hanya sebagian kecil kasus cyber crime yang ditangani oleh penegak hukum. “Sebagian besar justru ditangani oleh pihak swasta seperti institusi perbankan, asuransi, dan perusahaan, di mana institusi tersebut yang umumnya sering menjadi target cyber crime,” imbuh Yudi.
Pada proses investigasi digital, salah satu faktor pentingnya adalah barang bukti yakni barang bukti elektronik dan digital. Yudi mengatakan kedua istilah ini hampir sama namun berbeda. Barang bukti elektronik adalah bentuk fisik yang dapat dikenali secara visual seperti komputer, ponsel, kamera, dan lainnya, sedangkan barang bukti digital adalah file, email, SMS, foto, video, dan teks.
Dalam aspek hukum di Indonesia, barang bukti digital telah diatur dalam Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). “Tentunya semua berharap undang-undang apapun di Indonesia, termasuk UU ITE adalah untuk memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi masyarakat Indonesia” kata Yudi.
Sementara, Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengatakan di tengah upaya menjadi perguruan tinggi (PT) kelas dunia, UII terus berusaha menjaga idealisme. UII
tidak menempatkan pemeringkatan PT sebagai tujuan, tetapi
hanya sebagai dampak samping. UII terus berfokus pada pertumbuhan substantif yang sejalan dengan misinya, dan tidak disilaukan oleh pembangunan citra.Selain itu, rekognisi nasional atau internasional tidak perlu diglorifikasi secara berlebihan, apalagi dengan merendahkan perguruan tinggi lain. “Misi utama UII harus dijaga dengan penuh kesadaran supaya tidak terjebak pada narasi publik yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai UII. Peringatan Milad ke-79 ini dapat menjadi momentum untuk penegasan kesadaran kolektif semua warga UII,” kata Fathul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video viral terduga pelaku curanmor diamuk massa di Ponorogo. Polisi amankan pelaku dan lakukan penyelidikan lebih lanjut.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.