BOR di Rumah Sakit di Bantul Masih Aman

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Rabu, 02 Maret 2022 11:07 WIB
BOR di Rumah Sakit di Bantul Masih Aman

Ilustrasi./Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan masih aman meski kasus Covid-19 di Bumi Projotamansari melonjak.

Halim mengatakan sesuai diprediksi ahli kesehatan dan Kementerian Kesehatan, Covid-19 varian Omicron menyebar secara cepat, namun di sisi lain fatalitas varian ini rendah. Terbukti, sampai saat ini tidak ada laporan pasien dan rumah sakit yang membutuhkan oksigen dalam jumlah yang besar.

“Tidak terjadi lonjakan BOR di sejumlah rumah sakit. Warga yang terpapar cukup istirahat atau isolasi di rumah dan dalam seminggu bisa sembuh,” kata Halim saat ditemui di kompleks Kantor Pemkab Bantul, Senin (1/3/2022).

Menurut Halim, meski kasus aktif di Bantul telah mencapai 6.000 kasus, tidak terjadi goncangan terhadap fasilitas kesehatan. Kondisi ini berbeda saat terjadi sebaran varian Delta beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Pemkab lebih fokus mendorong warga mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 secara ketat. Pemkab, menurut Halim, tidak akan menutup atau melakukan pengetatan secara berlebihan agar roda perekonomian tetap berjalan. “Fasilitas ekonomi dan pariwisata harus jalan terus,” ujar Halim.

Meski angka keterisian tempat tidur masih aman, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, BOR khusus Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan saat ini meningkat. Jika pekan lalu tingkat keterisian masih di angka 57%, saat ini mencapai 61,44% atau terisi 231 dari total kapasitas 376 tempat tidur.

Di Bantul terdapat lima rumah sakit rujukan khusus Covid-19, yakni RSUD Panembahan Senopati, PKU Muhammadiyah Bantul, RSU Santa Elisabeth, RSPAU Hardjolukito, dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Bantul pada Selasa, pasien yang menjalani isolasi sebanyak 6.522 orang, menyusul adanya penambahan kasus pada Senin (28/2) sebanyak 503 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan tambahan kasus positif tersebar di semua kapanewon, dan terbanyak berada di Kapanewon Sewon sebanyak 70 kasus; Kasihan 54 kasus; Sedayu 52 kasusl; dan Banguntapan 45 kasus. “Meski banyak yang positif, namun banyak juga tambahan pasien yang sembuh yakni sebanyak 508 kasus. Untuk tambahan kasus positif Covid-19 yang meninggal dunia di hari yang sama sebanyak satu orang dari Kapanewon Jetis,” kata pria yang akrab disapa Oki ini.

Dengan perkembangan kasus Covid-19 harian tersebut, maka total kasus positif selama pandemi Covid-19 di Bantul mencapai 66.241 kasus, telah sembuh sebanyak 58.089 kasus, dan total meninggal dunia sebanyak 1.600 kasus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online