Irwandi Jadi Dosen Pertama ISI Jogja Raih Guru Besar Lewat Jalur Karya Seni
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
Sejumlah wisatawan berkunjung ke Tamansari Jogja di hari terakhir pemberlakuan PPKM level 4, Senin (14/3/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang wisatawan protes di media sosial tentang tarif membawa kamera di objek wisata Tamansari Jogja. Pengelola Tamansari kini mencari wisatawan tersebut.
BACA JUGA: Perempuan Hampir Tertabrak saat Foto di Tugu Jogja, Warganet: Norak
Belum lama ini muncul protes dari salah seorang pengunjung. Protes tersebut dilayangkan di media sosial.
Koordinator lapangan Tamansari, Ridwan Syam, menjelaskan Tamansari masih mencari tahu identitas dan waktu kedatangan wisatawan yang melayangkan protes itu. Sepengetahuannya, pengunjung yang melayangkan protes tersebut memang praktisi foto komersial dan kerap melayani aktivitas fotografi.
“Masih kami cari tahu identitasnya dan sepertinya wisatawan lokal Jogja. Tapi belum tahu kejadiannya kapan dan persisnya seperti apa,” ungkap Ridwan, Senin (14/3/2022).
Wisatawan itu mengaku memang membawa peralatan kamera profesional. Namun, ia mengklaim tujuannya hanya ingin mengambil potret keluarga, karena saat itu ia tengah menemani anggota keluarga yang berpakansi. Ia lantas ditegur oleh petugas jaga dan diminta untuk membayar harga tiket senilai Rp250.000.
Karena tujuannya hanya menemani keluarga, lantas ia tak mengindahkan imbauan pengelola. Ia kemudian beralih menggunakan kamera ponsel untuk mengambil gambar. Ia juga menyebu sempat menyerahkan peralatan kamera kepada petugas dan dibawa ke kantor untuk dititipkan sementara. Namun petugas bergeming dan tetap ingin agar wisatawan itu membayar dengan harga tiket pemotretan yang seharga Rp250.000.
“Sebenarnya kami tidak masalah dan menerima kalau ada yang mau menitipkan kamera, tapi dalam beberapa kasus kan ada yang tidak mau karena harga kameranya yang lumayan mahal atau takut ada insiden,” ujar Ridwan.
Harga tiket masuk ke destinasi wisata itu dibedakan untuk beberapa tujuan tertentu. Ada dua klasifikasi harga tiket yaitu domestik dan internasional dengan rentang harga Rp5.000-Rp500.000 dan sejumlah kategori berupa wisata umum maupun pemotretan. Dalam kasus wisatawan protes itu, penjaga menduga pengunjung datang dengan tujuan pemotretan, sehingga hendak ditarik tarif berbeda.
“Kondisinya di lapangan kami juga tidak tahu detailnya, mungkin petugas jaga juga tengah capai dan wisatawan juga kondisinya sama. Sehingga ada miskomunikasi,” jelas Ridwan.
BACA JUGA: Mataram Utama Promosi, Ini Kata Manajemen & Suporter PSIM Jogja
Menurut Ridwan, pengelola tidak pernah melarang pengunjung untuk membawa kamera ke dalam area wisata. Dalam operasional Tamansari Jogja, juga tidak terdapat aturan yang mengharuskan wisatawan umum hanya menggunakan kamera ponsel saat berwisata dan mengambil gambar. Namun, Ridwan menyebut perlu pemahaman yang tepat soal klasifikasi tiket sebelum pengunjung datang ke lokasi wisata.
“Padahal kan informasi mengenai tarif tiket sudah jelas di pintu masuk. Tapi ya memang perlu sosialisasi lagi, makanya kami tentunya evaluasi dengan insiden ini,” jelas Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.