Langkah Nyata Sleman Menjemput Kemakmuran di Hari Kemerdekaan
Pada momentum kemerdekaan tersebut, Harda mengajak masyarakat sejenak melangkah mundur melintasi lorong waktu untuk mengingat detik-detik kemerdekaan.
General Manager Tjokro Style Hotel Yogyakarta, Veri Diana-Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Mencintai sesuatu yang dikerjakan untuk menghasilkan sesuatu yang hebat, merupakan prinsip yang dipegang oleh General Manager Tjokro Style Hotel Yogyakarta, Veri Diana atau yang akrab disapa Nana.
Puluhan tahun sudah, Nana bekerja di dunia perhotelan. Banyak sekali pengalaman yang telah ia miliki. “Passion saya memang di hotel, mencintai dinamikanya. Untuk menghasilkan yang hebat itu, harus mencintai yang kita kerjakan. Menghadapi apapun, tidak memandang sebagai masalah. Lebih kepada tantangan, kita bisa menghadapinya,” ucap Nana, Senin (28/3).
Sebagai pemimpin di Tjokro Style Hotel Yogyakarta, Nana mengakui kondisi di tengah pandemi Covid-19, tidak lepas dari berbagai tantangan. “Walaupun tidak tutup dalam tanda petik, namun kemarin sempat sangat sepi. Ada peralatan yang harus di-maintenance. Tantangan supaya semakin eksis di pasar, tidak cuma di Jogja, namun Indonesia. Operasional kami sudah melakukan pembenahan,” ujar Nana.
Nana mengungkapkan saat ini juga tengah mengumpulkan sales lagi. Baginya, sales adalah tulang punggung bisnis hotel, mencari sales juga bukan perkara mudah. Ia berusaha mencari orang-orang yang telah berpengalaman.
Selain mempersiapkan berbagai hal mulai dari layanan hotel hingga SDM, Nana juga mencoba menangkap peluang di Bulan Ramadan. Memasuki puasa biasanya okupansi kamar akan menurun, namun ada peluang lain untuk food and beverage. “Kami yakin tetap bisa survive kok. Seperti kemarin jualan kopi, rice bowl, feedback market juga bagus. Harga memang kami buat yang kompetitif, tidak bisa terlalu mahal,” ujarnya.
Konsep Anak Muda
Branding hotel untuk anak muda coba diangkat Tjokro Style Hotel Yogyakarta. Kamar dengan full colour dan mural. “Easy lifestyle, segmen kami memang coba menyasar anak muda menengah ke atas. Sehingga fasilitas layanan, seperti Internet juga kami percepat. Anak muda, hampir tidak nonton TV kan, mereka buka media sosial. Kecepatan Internet menjadi perhatian. Tulisan di kamar kami buat custom dari kapur, dan yang lainnya, out of the box,” kata Nana.
Nana berharap bersama Tjokro Style Hotel Yogyakarta dapat menguasai pangsa pasar, khususnya di Jogja area selatan. “Kami ingin dicintai masyarakat Jogja, dan market luar Jogja. Kami kembali bangun dari pandemi dalam kondisi yang lebih baik. Okupansi saat ini beranjak naik,” ujarnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada momentum kemerdekaan tersebut, Harda mengajak masyarakat sejenak melangkah mundur melintasi lorong waktu untuk mengingat detik-detik kemerdekaan.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.
Film Indonesia Solata tayang di Festival Film Anak dan Remaja Yordania. Film Ichwan Persada sebelumnya meraih penghargaan di Bulgaria.