Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Aktivitas di depan Pasar Munggi di Kalurahan Semanu, Semanu. Setelah dibangun di 2020 lalu, rencananya pembangunan dilanjutkan di tahun ini. foto diamil 15 April 2022.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana melanjutkan pembangunan Pasar Munggi di Kalurahan Semanu, Semanu. Total anggaran yang disediakan tahun ini mencapai Rp2,8 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, revitalisasi Pasar Munggi Semanu sudah terlaksana sejak 2020 lalu. Meski demikian, belum seluruh area dibangun karena keterbatasan anggaran yang dimiliki.
Selain itu, adanya pandemi corona juga ikut memberikan pengaruh karena sempat terhenti satu tahun dan bisa dilanjutkan di tahun ini. “Di 2021 belum bisa dilanjutkan pembangunannya dan baru terealisasi di tahun ini,” kata Kelik, Kamis (5/5/2022).
Menurut dia, sama seperti tahap pertama, rencananya di 2022 pembangunan juga mendapatkan alokasi dari Pemerintah Pusat melalui Tugas Pembantuan dari Kementerian Perdagangan. Total pagu anggaran yang diterima mencapai Rp2,8 miliar.
Baca juga: Selain Jogja, Kota Ini Jadi Favorit Liburan selama Lebaran
“Ya nanti untuk melanjutkan pembangunan yang terlaksana di 2020. Kalau dulu yang dibangun di bagian depan, maka tahun ini bagian belakang yang dikerjakan,” katanya.
Kelik mengungkapkan, revitalisasi pasar tradisional merupakan bagian untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli di pasar. Program ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Hanya saja, di 2021 pembangunan Pasar Munggi Semanu merupakan satu-satunya yang dikerjakan dengan skala pembiayaan besar.
“Kalau lainnya hanya bersifat pemeliharaan rutin seperti di Pasar Ngrancah dan Karangmojo, tapi anggaran sedikit sekali sehingga hanya melalui mekanisme penunjukan langsung,” katanya.
Menurut dia, program tidak hanya fokus ke perbaikan pasar. Namun, sambung Kelik, juga ada upaya perbaikan manajemen pasar supaya bisa berdagang dengan baik sehingga dapat ramai dikunjungi pembeli. “Kami terus berupaya mewujudkan agar pasar selalu ramai,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, keberadaan pasar tradisional harus benar-benar diperhatikan oleh pemkab. Jangan sampai, eksistensinya tergerus oleh toko berjejaring atau toko modern lainnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada pemkab agar terus berkreasi agar pasar tradisional bisa bersaing dengan toko-toko yang lebih modern. “Lokasi menjadi salah satu pertimbangan. Seyogyanya pasar dibuat senyaman mungkin bersih serta nyaman sehingga pembeli betah di pasar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?
BRI Peduli melatih 500 volunteer mengelola sampah jelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Reservasi hotel di Jogja naik 5%-15% menjelang WJNC 2026. PHRI DIY menyebut okupansi 25%-40% dan berharap dampak wisatawan meluas.