Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Bupati Sunaryanta menyerahkan hasil putusan Pengadilan Agama Wonosari berkaitan dengan penetapan perkawinan kepada pasangan yang mengikuti sidang isbat terpadu di Balai Kalurahan Monggol, Saptosari, Rabu (8/6/2022) - Ist
Harianjogja.com, SAPTOSARI – Sedikitnya 60 pasangan di Kapanewon Saptosari menjalani sidang isbat terpadu di Balai Kalurahan Monggol, Saptosari mulai 8-9 Juni 2022. Sidang dilaksankaan guna memberikan kepastian status pernikahan terhadap puluhan pasangan ini.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul, Markus Tri Munarjo mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Pengadilan Agama menggelar sidang isbat terpadu atau dikenal dengan program Sibadu. Pelaksanaan kegiatan ini, selain untuk tertib administrasi kependudukan, juga memberikan kepastian terkait dengan status hal sipil berkaitan dengan perkawinan di masyarakat.
“Sidang isbat ini sudah dilaksankaan sejak 2015 lalu dan berlangsung hingga sekarang. Tujuannya agar masyarakat bahagia,” katanya, Kamis (9/6/2022).
Dia menjelaskan, ada 60 pasangan yang mengikuti sidang isbat pernikahan. Pelaksanaan dilakukan selama dua hari dan berlangsung di Balai Kalurahan Monggol, Saptosari mulai Rabu (8/6/2022) dan Kamis. “Setiap harinya ada 30 pasangan yang disindangkan. Hasilnya masing-masing mendapatkan buku nikah dan dicatat oleh Negara,” katanya.
Kepala Pengadilan Agama Wonosari, Rogaiyah mendukung penuh pelaksanaan sidang isbat ini. Pasalnya, layanan diberikan secara gratis dan untuk memberikan kepastian status pernikahan yang sah secara hukum Negara. “Rata-rata yang ikut merupakan lansia yang menikah di thun 70-80an. Sudah sah, tapi belum dicatatakan,” katanya.
Menurut dia, untuk bisa ditetapkan, seluruh pasangan harus menghadiri persidangan. Selain itu, ada juga saksi-saksi yang dihadirkan bahwa keduanya merupakan pasangan yang sah. “Setelah dinyatakan sah, maka akan dicatat yang dibuktikan adanya buku nikah,” katanya.
Disinggung mengenai pasangan yang sudah menikah, namun belum memiliki buku perkawinan. Rogaiyah belum bisa memaparkan secara detail. Meski demikian, berdasarkan koordinasi dengan Disdukcapil Gunungkidul jumlahnya masih banyak.
Sebagai contoh di Kapanewon Saptosari masih ada sekitar 574 pasangan. Jumlah ini belum belum seluruhnya menjalani sidang isbat terpadu karena selama dua tahun terakhir baru terlaksana sebanyak 130 pasangan.
“Tahun lalu ada 70 pasangan dan sekarang 60 pasang. Kami berkomitmen bersama dengan pemkab untuk menyelenggarakan sidang isbat secara keliling,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta memberikan selamat kepada seluruh pasangan yang mengikuti sidang isbat terpadu. Menurut dia, dengan pelaksanaan sidang ini maka pernikahan yang telah dibina selama puluhan tahun sudah diakui Negara melalui pencatatan sipil.
“Saya sempat tanya ada yang menikah pada tahun 80an. Harapannya buku nikah yang didapatkan bisa dijaga dengan sebaik-baiknya,” kata Sunaryanta.
Menurut dia, pelaksanaan sidang isbat akan dilaksanakan secara berkelanjutan guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Masih ada pasangan yang belum memilki buku nikah sebagai bukti perkawinan. Untuk itu sidang isbat akan terus dilakukan dan tidak hanya di Saptosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Embarkasi haji berbasis hotel di DIY diklaim sukses tanpa keluhan krusial. Sistem ini disebut lebih nyaman dan efisien bagi jemaah.