Westlife Konser di Jakarta 2027, Ini Harga Tiket & Jadwal Presale
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Anggota DPD RI dapil DIY GKR Hemas saat menghadiri Sosialisasi Pancasila/Komika Ngobras di Tilasawa Café, Depok, Sleman, Sabtu (11/6/2022) malam./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Kesuksesan Pemilu 2024 mendatang membutuhkan peran serta generasi muda. Kesadaran politik kawula muda perlu ditingkatkan agar lahir pemimpin masa depan yang lebih baik.
Anggota DPD RI Dapil DIY GKR Hemas mengatakan para pemuda memiliki peran untuk menyukseskan Pemilu 2024. Mereka memiliki tanggung jawab untuk melahirkan pemimpin yang membuat Indonesia tampil lebih baik. Maka dari itu, kesadaran berpolitik anak-anak muda harus terus ditingkatkan.
BACA JUGA: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Pacitan & Dirasakan Sampai Gunungkidul, Ini Penjelasan BMKG
"Generasi muda jangan cuek seperti Pemilu 2019 lalu. Pemilu 2024 akan menentukan masa depan Indonesia dan generasi selanjutnya," katanya Sosialisasi Pancasila/Komika Ngobras di Tilasawa Café, Depok, Sleman, Sabtu (11/6/2022) malam.
Generasi muda, lanjut Hemas, khususnya dari dunia komika juga sudah banyak berprestasi dan menyumbang ide tentang persatuan nasional ini, terutama di tengah pertikaian politik pada tingkat nasional. Dia mencatat ada show stand up yang berjudul Bhinneka Tunggal Tawa, Nasional-is-me, dan Hiduplah Indonesia Maya.
Untuk meningkatkan kesadaran berpolitik generasi muda, lanjut Hemas, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, pemuda harus cerdas dan sadar akan hak konstitusional sebagai warga negara. "Memang benar hampir semua lembaga politik di negara ini terlibat korupsi. Tetapi Pemuda tidak boleh menunggu harus bersih dulu baru ikut berpartisipasi dalam politik," katanya.
Selanjutnya, kata Hemas, kalangan pemuda harus berpartisipasi dalam proses kritis untuk menentukan pilihan. Partisipasi berarti ikut menentukan pemimpin nasional yang akan mengelola negara. Partisipasi Pemuda akan meningkatkan legitimasi Pemilu. "Lebih dari 34% pemilih di Indonesia pada Pemilu 2019 adalah pemuda, di DIY angkanya mencapai 45%," kata Hemas.
Terakhir, lanjut Hemas, sebagai pemilih kritis dan independen, pemuda harus lebih objektif menentukan pilihan. Pemuda selayaknya menjadi pemilih cerdas. "Sebelum memilih, pemilih cerdas akan mencari informasi sebanyak mungkin tentang calon pemimpin yang akan dipilih. Pemilih cerdas akan memilih pemimpin berkualitas," katanya.
"Jogja adalah tempat bangsa ini melihat semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Mungkin itulah kemudahan yang saya dapatkan, tidak terlalu sulit bagi politisi di Jogja untuk melihat perkembangan persatuan dan kesatuan bangsa."
Hemas mengajak semua generasi muda untuk menjaga keamanan dan kedamaian, ikut mewujudkan toleransi, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan pariwisata di Jogja. Sebanyak 60% dari jumlah mahasiswa di Jogja adalah pendatang, angkanya mencapai 84.885 orang.
BACA JUGA: Survei BI: Kelas Menengah Kurangi Tabungan, Tambah Pengeluaran
"Jogja bukan hanya untuk orang Jogja, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Masyarakat dari seluruh penjuru tanah air datang ke Jogja, bukan hanya untuk berwisata, tetapi yang lebih penting adalah untuk belajar untuk kuliah di kampus-kampus terbaik di Indonesia," katanya.
Komika asal Jogja Teguh Nurwantara mengatakan Pemilu 2024 memang akan didominasi anak-anak muda yang akrab dengan penggunaan ponsel dan sosial media. "Yang mau maju 2024, harus pandai menggunakan sosial media seperti TikTok. Tapi jangan membuat konten TikTok untuk ngeprank karena masyarakat sudah sering di-prank janji-janji manis saat Pemilu," candanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.