Pemkot Yogyakarta Kembali Gelar Bedah Rumah
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Wantonoro, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.M.B., PhD/Istimewa
JOGJA—Interdisciplinary care merupakan konsep yang berfokus problem proses, sharing dan bekerja secara bersama dalam tim kesehatan untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan.
Seiring dengan adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta adanya pengembangan dan pelaksanaan program interprofesional education (IPE) di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) yang menitik beratkan pada pembelajaran kolaborasi intrerdisipline, dan serta untuk memberikan kesempatan diskusi keilmuan antar dan lintas profesi/keilmuan, maka upaya implementasi kolaborasi secara nyata telah dilakukan dalam bentuk layanan homecare yang saat ini melibatkan 4 Profesi kepada masyarakat yang membutuhkan layanan dalam waktu yang relative lama (Longterm care)
Dosen UNISA Yogyakarta Wantonoro, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.M.B., PhD mengatakan kolaborasi dilakukan oleh Program Studi Keperawatan, Fisioterapi, Gizi (FIKES) dan Psikologi (FEISHUM) UNISA Yogyakarta yang didukung oleh pusat layanan Homecare RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Program ini merupakan bagian dari program Hibah Riset Kemanusaian LPDP tahun 2021-2022. Melalui program ini diharapkan adanya sebuah inovasi pembelajaran berbasis kemanusaian yang mengintegrasikan system pembelajaran yang sekaligus memberikan pelayanan kesehatan/pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa secara (aktive) langsung, dan sebagai model kegiatan kemanuasian yang dapat di adopsi sebagai model pemebelajaran berbasis interdisipline berdasarkan kasus secara langsung pada pasien. Program ini memberikan pengalaman secara langsung kepada mahasiswa dan mengakomodir pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan.
Tercatat 12 pasien homecare dengan berbagai masalah kesehatan (seperti luka deabetik, luka decubitus, kelemahan dan gangguan mobilitas, gangguan eliminasi) yang didampingi dalam kurun waktu rerata 6 bulan untuk mendapatkan perawatan dan lelayanan kesehatan secara komprehensif yang ditinjau dari aspek fisik dan psikologis. Perawatan dilakukan oleh Perawat layanan homecare PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dan delapan mahasiswa terlibat secara langsung dan berperan sesuai dengan bidang kompetensi profesinya masing-masing. Program ini juga didukung oleh dosen internal prodi UNISA Yogyakarta dan praktisi yang terlibat sebagai expert dan superfisor untuk mendampingi dan memberikan pemahaman yang comprehensive kepada mahasiswa peserta terkait dengan permasalahan yang ada pada pasien yang tergabung dalam pelayanan homecare.
Kedepan program interdiscipline ini akan terus diadaptasi untuk kemudian menjadi program yang berkelanjutan dengan melakukan pengembangan kolaborasi profesi sesuai dengan kebuthan layanan kesehatan yang dibutukan oleh pasien dan keluarga (patient centered care). Salah satu program kelanjutan yang akan dilakukan adalah Program Long Interdisciplinary Community Care Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (PoLICe_Unisa) yang telah mendapatkan hibah dari Kemendekbud Ristek pendanaan tahun 2022. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.