Pemkot Yogyakarta Kembali Gelar Bedah Rumah
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Tim Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta yang terdiri dari Prof Dr. Arief Subyantoro, Dra. A.Y.N.Warsiki, M.Si, Dr. Ir. Oktavia Sarhesti Padmini, M.Si dan Dr. Avido Yulistian, ST, M.Sc memilih Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari sebagai Mitra dalam melaksanakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi./Istimewa
JOGJA—Tim Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta yang terdiri dari Prof Dr. Arief Subyantoro, Dra. A.Y.N.Warsiki, M.Si, Dr. Ir. Oktavia Sarhesti Padmini, M.Si dan Dr. Avido Yulistian, ST, M.Sc memilih Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari sebagai Mitra dalam melaksanakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
KWT Mentari beralamat di dusun Karangploso, Desa Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menggeluti berbagai kegiatan usaha dalam bidang pertanian dan pengolahan hasil pertanian khususnya empon empon yang terdiri dari Jahe, sere, temulawak, kunyit dan lain lain.

Berdasarkan wawancara Tim Pengabdian Masyarakat dengan Ketua KWT Ibu Lingga diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan utama yang dihadapi meliputi 3 hal yaitu Bidang Manajemen, Bidang Produksi dan Modal Usaha.
Adapun tujuan dan target khusus yang ingin dicapai yaitu meningkatkan pendapatan dan kemampuan anggota KWT tersebut dalam menopang perekonomian keluarga, dan tercapainya kemandirian usaha.
Solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan Pelatihan dan Pendampingan dalam Menyusun Bisnis Model Canvas yang dapat digunakan KWT untuk memetakan arah bisnis kedepan dengan lebih baik, membantu Proses Produksi Minuman Empon Empon Bubuk agar dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya, serta membantu pembuatan Proposal Pengajuan Modal Usaha kepada Lembaga Keuangan Terkait.
Untuk meningkatkan produksinya, maka KWT Mentari berusaha memanfaatkan ampas empon empon untuk diproses kembali menjadi minuman siap saji, namun mereka mengalami kendala karena belum memiliki mesin pendingin, sehingga Tim Pengabdian Masyarakat memberikan Mesin Pendingin untuk menyimpan hasil produksi yang berupa minuman siap saji, dan memberikan juga alat untuk memeras empon empon agar diperoleh cairan sari empon empon yang lebih banyak untuk diproses lebih lanjut menjadi bubuk empon empon.
Kegiatan lain yang dilakukan oleh Tim Pengabdian tersebut adalah membuatkan Profil KWT untuk membantu memperkenalkan kegiatan usahanya kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan volume penjuakan dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan mereka. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.