Membaca Yogyakarta lewat Buku Merakit Ayodya
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja
Tim Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta yang terdiri dari Prof Dr. Arief Subyantoro, Dra. A.Y.N.Warsiki, M.Si, Dr. Ir. Oktavia Sarhesti Padmini, M.Si dan Dr. Avido Yulistian, ST, M.Sc memilih Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari sebagai Mitra dalam melaksanakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi./Istimewa
JOGJA—Tim Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta yang terdiri dari Prof Dr. Arief Subyantoro, Dra. A.Y.N.Warsiki, M.Si, Dr. Ir. Oktavia Sarhesti Padmini, M.Si dan Dr. Avido Yulistian, ST, M.Sc memilih Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari sebagai Mitra dalam melaksanakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
KWT Mentari beralamat di dusun Karangploso, Desa Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menggeluti berbagai kegiatan usaha dalam bidang pertanian dan pengolahan hasil pertanian khususnya empon empon yang terdiri dari Jahe, sere, temulawak, kunyit dan lain lain.

Berdasarkan wawancara Tim Pengabdian Masyarakat dengan Ketua KWT Ibu Lingga diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan utama yang dihadapi meliputi 3 hal yaitu Bidang Manajemen, Bidang Produksi dan Modal Usaha.
Adapun tujuan dan target khusus yang ingin dicapai yaitu meningkatkan pendapatan dan kemampuan anggota KWT tersebut dalam menopang perekonomian keluarga, dan tercapainya kemandirian usaha.
Solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan Pelatihan dan Pendampingan dalam Menyusun Bisnis Model Canvas yang dapat digunakan KWT untuk memetakan arah bisnis kedepan dengan lebih baik, membantu Proses Produksi Minuman Empon Empon Bubuk agar dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya, serta membantu pembuatan Proposal Pengajuan Modal Usaha kepada Lembaga Keuangan Terkait.
Untuk meningkatkan produksinya, maka KWT Mentari berusaha memanfaatkan ampas empon empon untuk diproses kembali menjadi minuman siap saji, namun mereka mengalami kendala karena belum memiliki mesin pendingin, sehingga Tim Pengabdian Masyarakat memberikan Mesin Pendingin untuk menyimpan hasil produksi yang berupa minuman siap saji, dan memberikan juga alat untuk memeras empon empon agar diperoleh cairan sari empon empon yang lebih banyak untuk diproses lebih lanjut menjadi bubuk empon empon.
Kegiatan lain yang dilakukan oleh Tim Pengabdian tersebut adalah membuatkan Profil KWT untuk membantu memperkenalkan kegiatan usahanya kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan volume penjuakan dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan mereka. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.
Mematikan mesin saat mengisi BBM di SPBU merupakan langkah keselamatan untuk mengurangi sumber penyalaan. Simak alasan dan aturan lainnya.