RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Dikko Andry Kurniawan menunjukan tas rajut dari bahan plastik karyanya, Selasa (25/10/2022)
Harianjogja.com, BANTUL—Berbagai upaya dilakukan warga untuk mengolah sampah plastik yang sulit diurai. Di tangan Dikko Andry Kurniawan, warga Dusun Wirosutan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul ini mampu mengubah sampah plastik menjadi produk fesyen yang berkualitas seperti top, tas, anting, hingga pelindung handphone.
Andry mengatakan usahanya tersebut dimulai sejak 2020 lalu. Awalnya ia risih dengan keberadaan sampah plastik yang banyak dibuang dan sulit terurai. Di sisi lain ia juga suka dengan pelestarian lingkunga. Akhirnya ia berpikir untuk memnafaatkan sampah plastik tersebut menjadi sebuah produk yang berkualitas, salah satunya produk fesyen
Awalnya tas plastik dibuat benang tenun untuk kemudian dikombinasikan dengan topi, jaket, dan tas, hingga tutup botol yang dibuat menjadi anting dan pelindung handphone. “Untuk satu meter benang tenun membutuhkan 30-35 kantong plastik,” katanya, Selasa (25/10/2022).
Hasil tenunan plastik itulah yang kemudian dikombinasikan dengan berbagai produk fesyen supaya menambah kesan unik dan ciri khas dari nama brand usaha Sawokecik. Untuk proses pengolahan limbah tersebut, Andry menerangkan kalau sampah kantong plastik awalnya dipotong memanjang dengan lebar satu sentimeter.
BACA JUGA: Brigadir J Kirim Pesan ke Pacarnya Sebelum Diekusi: Nanti Abang Kabari Lagi Dek
Setelah itu dilakukan penenunan menggunakan alat tenun tradisional hingga menjadi lembaran kain plastik. Kain plastik tersebut lalu dijahit atau dikombinasikan dengan berbagai produk fesyen. Terkait kendala, pria usia 26 tahun ini mengaku tidak terlalu banyak kendala, hanya ketika mengajarkan pada masyarakat yang membutuhkan waktu.
Tak dinyana usahanya tersebut banyak diminati konsumen. Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan manajemen bisnis ini mengatakan minat konsumen terhadap produk-produk ramah lingkungan tergolong cukup tinggi, “Produk Sawokecik diminati oleh pembeli dari berbagai daeraah melalui penjualan online. Dalam sebulan omzet dari Rp5-8 juta,” katanya. (Ujang Hasanudin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol mencatat 1.028 kematian akibat gelombang panas selama Juni 2026, rekor tertinggi sejak 2015. Mayoritas korban merupakan kelompok lanjut usia.
KAI Daop 6 Yogyakarta menertibkan kios liar dan PKL di kawasan selatan Stasiun Yogyakarta untuk mengembalikan fungsi trotoar, jalan, dan area parkir.
Pengenalan produk ini dikemas secara eksklusif melalui sesi Regional Press Gathering yang diselenggarakan pada Selasa, 30 Juni 2026 bertempat di Astra Motor Saf
Ronald Koeman resmi mundur sebagai pelatih Timnas Belanda usai De Oranje tersingkir di Piala Dunia 2026. Ia mengungkap alasan pribadi terkait kondisi kesehatan
Musim kemarau membuat ular lebih sering masuk permukiman di Sleman. Damkar mencatat 1.176 evakuasi hewan liar dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.