Sleman 110 Tahun: Merawat Tradisi, Memanen Prestasi
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Anak-anak Cibluk Kidul mewarnai objek ikan untuk menghias venue Ngayogjazz, Minggu (13/11/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
SLEMAN—Helatan jazz tahunan, Ngayogjazz akan berlangsung pada Sabtu (19/11/2022) di Cibuk Kidul, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan. Warga setempat dan anak-anak dilibatkan dalam menghias venue.
Kesibukan di Dusun Cibluk Kidul sudah terlihat seminggu menjelang pelaksanaan Ngayogjazz. Bapak-bapak banyak terlihat di sepanjang jalan bekerja bakti membersihkan lingkungan, Karangtaruna menggelar kesenian jathilan, sementara anak-anak sibuk mewarnai di pendopo.
Tim Artistik Ngayogjazz, Bagus Gong, menjelaskan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam gelaran Ngayogjazz 2022 yang mengangkat tema Kena Jazz Tetep Bening Banyune ini panitia melibatkan masyarakat untuk mempersiapkan venue.
tak hanya orang dewasa dan Karangtaruna, Ngayogjazz yang diselenggarakan di Cibuk Kidul kali ini juga melibatkan anak-anak. “Kalau untuk melibatkan warga sudah sering, tapi kalau sampai melibatkan anak-anak baru kali ini,” ujarnya, Minggu (13/11/2022).
Di pendopo milik salah seorang warga, sekitar 60 anak-anak diajak untuk mewarnai berbagai objek yang akan digunakan untuk menghias venue Ngayogjazz. Objhek-objek yang diwarnai tersebut berbahan kayu dengan bentuk ikan dan satwa air lainnya.
Hal ini merupakan wujud dari pemilihan tema Ngayogjazz yang juga tidak lepas dari potensi yang dimiliki Cibuk Kidul. “Karena di sini memang daerah peternak ikan. Jadi kejernihan air adalah aspek utama. Kami mengajak anak-anak menjadi bagian dari proses artistik dengan membuat imajinasi tentang ikan-ikan,” ungkapnya.
Objek mewarnai dan cat warna telah disediakan oleh panitia. Anak-anak dibebasskan untuk mewarnai sesuai imajinasi masing-masing. Dalam mewarnai, anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok didampingi oleh tim artistik.
“Jadi memang setiap orang [tim artistik] membuat pendekatan pribadi, biar tidak terintimidasi dan menghilangkan struktur sekolah. Mereka sudah terbiasa dengan sekolah ada instruksi, nah ini kita lebih seperti menjadi teman-temannya,” kata dia.
Karya anak-anak ini nantinya akan dipasang sebagai dekorasi di sepanjang venue Ngayogjazz. Hal ini kata dia, bertujuan agar anak-anak memiliki rasa kebanggaan dan menjadi bagian dari Ngayogjazz. “Ini menjadi bagian dari kerangka berpikir program artistik Ngayogjazz,” katanya.
Selain mewarnai oleh anak-anak, pada hari yang sama juga digelar kesenian jathilan. Gelaran ini menurutnya merupakan bentuk antusiasme warga menyambut Ngayogjazz. Kesenian diadakan oleh warga sendiri dengan panitia Karangtaruna.
“Jathilan merupakan inisiasi warga, semacam pra-event Ngayogjazz, karena warga secara umum antusias sekali menyambut Ngayogjazz ini. Jadi mereka juga semacam menumbuhkan rasa semangatnya. Secara kepanitiaan warga di sini sudah sangat solid,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan