Pegadaian Sabet Penghargaan IPMA Global Project Excellence Award 2026
Pegadaian meraih penghargaan Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima, Jepang, dan mengharumkan nama Indonesia
FGD terkait Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) di Hotel Horison Ultima Riss, Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Rabu (30/11/2022). / Harian Jogja
JOGJA — Dinas Kebudayaan Kota Jogja mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) di Hotel Horison Ultima Riss, Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Rabu (30/11/2022).
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan DIY, Yuliana Eni Lestari Rahayu menyatakan sebagai kota festival, banyak festival di Jogja yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun komunitas.
“Kita tahu Yogyakarta adalah kota festival sudah dinobatkan menjadi kota festival yang melebihi negara lain. Festival yang diselenggarakan di Yogyakarta banyak yang diselenggarakan oleh masyarakat dan komunitas, dan juga dari pemerintah daerah kota maupun kabupaten,” katanya.
Eni mengatakan ada beberapa festival legendaris yang telah diselenggarakan dalam kurun waktu lama.
“Ada festival berjenjang, sendratari itu sudah usianya 52 tahun. Itu tidak pernah berhenti, dua tahun Covid tetap berjalan. Setelah sendratari turun ke festival ketoprak. Festival ketoprak sudah ada tim pembinaannya: pembinaan ketoprak, pembinaan bahasa sastra, dan tari,” katanya.
Namun, Eni mengatakan hingga kini belum ada buku yang mengulas mengenai ketoprak.
“Festival ketoprak belum terlacak sudah usianya. Tapi yang pasti dari tahun ke tahun sudah ada, sudah menghasilkan tokoh ketoprak legendaris,” katanya.
Selain itu, Eni juga mengatakan ada festival legendaris lainnya: festival karawitan, festival teater, festival upacara adat, serta Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY).
Eni mengatakan Festival Kebudayaan Yogyakarta diawali dari Festival Kesenian Yogyakarta. Awalnya Festival Kesenian Yogyakarta, kemudian setelah 30 tahun berubah namanya menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY).
“Baru empat tahun berjalan ini, dari 2019 K-nya itu berubah menjadi kebudayaan,” kata Eni.
“Ranahnya Jogja itu tangible dan intangible, maka festival unggulannya, katanya yang diunggulkan Festival Kebudayaan Yogyakarta, Festival Kesenian Yogyakarta,”
Perubahan tersebut dilakukan untuk menaungi pelaku budaya tangible dan intangible. “Teman-teman intangible dan tangible ada yang butuh naungan. Maka kita sepakati yang K-nya kesenian berubah jadi kebudayaan,” kata Eni.
Dalam diskusi tersebut dilakukan diskusi terkait pelaksanaan festival selama ini, selain itu ada juga pencalonan FKY. Karena FKY jadi cikal bakal kita festival di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegadaian meraih penghargaan Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima, Jepang, dan mengharumkan nama Indonesia
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Empat WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh perompak Somalia dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
MK tak menerima gugatan terkait syarat pendidikan Gibran karena pemohon dinilai tak memiliki kedudukan hukum mengajukan perkara.
Kapolda Jateng Roy Hardi Siahaan memerintahkan polisi menindak tegas narkotika, begal, perampokan, dan curanmor yang meresahkan masyarakat.