Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Pj. Bupati Kulon Progo Drs.Tri Saktiyana (berdiri) saat kegiatan Praktisi Mengajar Prodi Doktor Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (DIP UMY) di Gedung Pascasarjana UMY, Sabtu (24/12/2022)./Istimewa
JOGJA — Tantangan transformasi digital governance adalah bagaimana mengubah pola pikir SDM yang berbasis manual menjadi digital, dan mampu memahami kebutuhan pelanggan atau masyarakat yang dimanifestasikan melalui layanan digital yang inovatif, yang mampu memberikan kemudahan, kecepatan dan biaya yang murah.
Hal ini dikatakan oleh Pj. Bupati Kulon Progo Drs.Tri Saktiyana, MSi saat menjadi praktisi mengajar pada Prodi Doktor Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (DIP UMY) di Gedung Pascasarjana UMY, Sabtu (24/12/2022).
Selain itu menurut Tri, hambatan lain yang juga perlu ditindaklanjuti adalah belum meratanya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan e-government, sehingga belum bisa mengakses layanan digital secara maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Program DIP UMY, Dr. Ulung Pribadi, MSi menyampaikan meskipun peringkat Indonesia dari Survey pengembangan dan pelaksanaan e-government dunia oleh PBB pada 2022 (E-Goverment Development Indeks/EDGI) dengan indikator Infrastruktur telekomunikasi, SDM, layanan daring (online) menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun tepatnya EDGI Indonesia Tahun 2022 naik 11 peringkat menjadi peringkat ke-77 dunia.
Akan tetapi masih ada beberapa hal yang menghambat peningkatan indeks tersebut. Oleh karena itu, Program DIP UMY, menurutnya, ingin berkontribusi menjadi program studi unggul di level Asia mengkaji dan mengembangkan konsep dan teori digital governance khususnya.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut Rudi Hardi asal Makassar tertarik dengan praktek digital governance di Kulon Progo.
Mahasiswa lainnya, Rijalul Fikri dari Pekanbaru sepakat bahwa layanan publik harus terintegrasi dan tidak perlu banyak aplikasi. Wahdania Suardi warga Sulawesi Selatan bahkan akan menjadikan Kulonprogo sebagai lokus disertasi, sedangkan Herpita Wahyuni dari Bengkulu mengaku tertarik dengan kemudahan layanan berbasis digital yang disampaikan Pj. Bupati Kulonprogo.
Di sisi lain, Tri menegaskan kesiapan kita dalam membangun digital governance masih kurang, mulai dari kesiapan infrastruktur, kesiapan SDM nya, kesiapan masyarakatnya dan juga kesiapan kebijakan-kebijakan yang mengaturnya.
Tri mengatakan pola pikir pimpinan di era digital juga belum sepenuhnya mampu menyusun kebijakan-kebijakan yang mampu mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan terpadu kepada ASN, masyarakat, bisnis dan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.