Endank Soekamti hingga Superman Is Dead Bakal Ramaikan Rebelfest 2026, Ini Jadwalnya
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Sejumlah pengendara berusaha menembus kemacetan di kawasan Jalan RE Martadinata, Kota Jogja, Senin (16/1/2023) pagi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemandangan kemacetan memang sudah menjadi konsumsi harian pada jam tertentu di Kota Jogja. Akan tetapi kemacetan kian parah ketika terjadi saat hujan di pagi. Musababnya sebagian besar warga Jogja ingin membawa kendaraan roda empat keluar rumah demi kenyamanan.
Pemandangan itu tampak pada Senin (16/1/2023) pagi. Sejak pagi hujan sudah mengguyur meski tak terlalu deras. Di sisi lain, pada pagi hari masyarakat yang berangkat kerja pagi serta pelajar berangkat ke sekolah berlomba-lomba untuk sampai di tempat tujuan dengan waktu. Khawatir basah dan tidak nyaman saat berangkat, mereka memilih kendaraan roda empat saat berangkat.
BACA JUGA : Pagi Cerah, Cuaca di DIY Malam Nanti Semuanya
Kondisi ini membuat nyaris di setiap ruas jalan di wilayah Kota Jogja penuh sesak akibat kendaraan roda empat. Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, salah satu ruas jalan antar kampung di Kawasan Balirejo, Muja Muju Umbulharjo, Kota Jogja tampak macet parah hingga kawasan Sorowajan, Banguntapan, Bantul.
Pada hari biasa saat pagi kawasan yang menjadi jalur alternatif masyarakat dari Kota Jogja ke Sleman dan Bantul dan sebaliknya ini memang cukup padat. Akan tetapi kepadatan paling parah ketika pagi hari terjadi hujan karena banyak pengguna jalan menggunakan mobil.
“Kalau hujan pagi ini, Jogja vibesnya [suasannya seperti kemacetan] Jakarta, karena semua orang pada pakai mobil, antar anak ke sekolah atau berangkat kerja pakai mobil,” kata Wicaksono, 37, warga Kota Jogja, Senin pagi.
Ia mencontohkan pada pagi hari ini harus berjuang keras untuk sekadar melewati jalur dari kawasan Jalan Ahmad Dahlan, Jalan RE Martadinata hingga simpang empat Wirobrajan. Sepanjang jalan itu terjadi antrean kendaraan yang super padat, bahkan nyaris taka da jarak karena semua ingin berangkat ke lokasi tujuan dengan tepat waktu.
“Ini terjadi setiap pagi ketika habis hujan,” katanya.
BACA JUGA : Sleman Hujan Sejak Pagi, Bagaimana Wilayah Lain Hari Ini?
Hal serupa juga disampaikan Eko, 40, warga Banguntapan, Bantul. Ia memilih untuk menggunakan sepeda motor mengantar anaknya, karena sudah memahami ketika hujan pagi maka setiap ruas jalan di Kota Jogja akan macet. “Kalau pakai mobil khawatirnya malah telat, karena semua pada pakai mobil. Wong pakai motor saja enggak bisa gerak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.