Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, Ketua Bawaslu Sleman, M Abdul Karim Mustofa dan Sekretaris Kesbangpol Sleman, Indra Darmawan, dalam talkshow Antisipasi Politik Identitas dan Hoaks Jelang Pemilu 2024, di kanal youtube Harian Jogja, Jumat (10/2/2023)./Harian Jogja
SLEMAN—Pemilu 2024 akan didominasi oleh pemilih pemula atau pemilih muda. Pemilih pemula diharapkan bisa menajdi pemilih yang cerdas untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, menjelaskan politik identitas merupakan salah satu ancaman yang perlu diwaspadai oleh masyarakat termasuk pemilih muda dalam Pemilu 2024, di samping berbagai masalah lainnya seperti hoaks, black campaign, hingga politik uang.
“Politik identitas itu menyangkut hal yang primordial, hal muncul dari sananya. Kalau konteks pilkada, pileg, bisa dimainkan, misal orang Sleman dan orang non-Sleman. Bisa menyinggung SARA, seperti suku, agama, ras, golongan,” ujarnya dalam talkshow Antisipasi Politik Identitas dan Hoaks Jelang Pemilu 2024, di kanal Youtube Harian Jogja, Jumat (10/2/2023).
Guna mengantisipasi politik identitas maupun hoaks yang biasanya dipakai oleh tim sukses atau sukarelawan politik, KPU Sleman selalu menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, seperti Bawaslu Sleman, Kesbangpol Sleman, dan partai politik.
Dalam Pemilu 2024, ia optimis partisipasi masyarakat, termasuk pemilih muda tinggi, berkaca dari pelaksanaan pemilu sebelumnya. “Di Sleman 2019 kemaron sudah melebihi target dan di atas rata-rata nasional,” ungkapnya.
Ketua Bawaslu Sleman, M Abdul Karim Mustofa, berpesan kepada pemilih muda agar jangan sampai anak muda memilih calon yang memakai politik identitas. “Pemilih yang cerdas untuk memilih pemimpin yang berkualitas,” katanya.
Di Sleman, ia melihat Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) masih cukup tinggi di dua dimensi, yakni penyelenggaraan pemilu dan kontestasi. Ia mencontohkan seperti ketika proses kampanye, ada orang yang mengolok-olok, menghasut, mengadu domba, membuat status media sosial yang cenderung black campaign.
Politik uang menurutnya juga masih perlu diwaspadai. Ia mengingatkan penerimaan uang yang tidak seberapa oleh pemilih tidak sepadan dengan pengaruhnya di masa depan. “Calon yang memakai politik uang ya enyahkan saja, sampaikan ke kami, akan kami tindallanjuti,” kata dia.
Sekretaris Kesbangpol Sleman, Indra Darmawan, menuturkan tugas Kesbangpol adalah menyiapkan masyarakat dalam menghadapi pemilu. “Supaya masyarakat siap menghadapi pemilu, memahami politik identitas, sehingga tidak menggunakan cara-cara seperti itu,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.