Mandiri Lelang Festival 2026 Tawarkan Ratusan Properti
Ratusan unit properti dipamerkan kepada para agen properti, investor, hingga para broker dalam acara bertajuk Mandiri Lelang Festival (MLF) 2026
Ilustrasi/Antara-Aloysius Jarot Nugroho
JOGJA—Program Guru Penggerak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI terus dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia. Di Kota Jogja, program ini baru saja melantik sebanyak 49 Guru Penggerak yang telah lulus Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5.
Program Guru Penggerak merupakan metode pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama enam bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Asrori mengatakan, Guru Penggerak merupakan produk dari Program Guru Penggerak yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) No. 40/2021. Program ini menjadi sebuah jalur kepemimpinan pendidikan ke depan sesuai dengan peraturan tersebut.
Guru Penggerak, kata Budi diharapkan menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
"Dengan berakhirnya Pendidikan Guru Penggerak [PGP] Angkatan 5 dan Lulusnya 49 guru dari Kota Jogja sesuai surat keputusan No: 0463/B/GT.00.08/2023 dari pusat tentang kelulusan Guru Penggerak Angkatan 5, maka sejak saat itulah peran guru penggerak dimulai," kata Budi, Rabu (1/3/2023).
Budi melanjutkan pengukuhan Guri Penggerak itu merupakan langkah awal membangun kesadaran diri untuk mengoptimalkan potensi dan hasil belajar guru penggerak untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Kota Jogja. Kegitan ini juga sebagai pintu membangun sinergi antara guru penggerak dengan instansi terkait dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar.
"Selain Guru Penggerak, di Kota Jogja juga sudah ada beberapa sekolah yang berstatus sebagai Sekolah Penggerak. Pada angkatan 2 lalu terdapat 11 TK, delapan SD, dan tiga SMP, sedangkan pada angkatan 3 terdapat 20 TK, 24 SD dan 10 SMP," ujar Budi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan unit properti dipamerkan kepada para agen properti, investor, hingga para broker dalam acara bertajuk Mandiri Lelang Festival (MLF) 2026
Kali ini, Astra Motor Yogyakarta hadir dalam kompetisi basket, "Basket in the Mall", yang diselenggarakan di atrium Jogja City Mall (JCM) (14-17/5).
WhatsApp iPhone kini mendukung dua akun dalam satu aplikasi lewat update versi 26.17.76 serta menghadirkan fitur Meta AI dan passkey.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.