Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi tersengat listrik/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang pekerja periklanan luar ruang nyaris meregang nyawa saat hendak memasang baliho di jalan Godean, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping. Pria tersebut tersengat listrik, tak sadarkan diri dan terjatuh dari baliho.
Kapolsek Gamping, Kompol Surahman, menjelaskan pekerja tersebut bernama Erik Irwanudin, 37, warga asal Magelang. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (14/3/2023) malam. "Bermula saat korban bersama rekannya naik papan reklame," ujarnya, Rabu (15/3/2023).
Keduanya hendak memasang baliho Rumah Anak Yatim, sekira pukul 20.30 WIB. Sesampainya di atas, tali kawat yang dipegang korban menyentuh kabel listrik yang menyebabkan trafo meledak dan korban tersetrum.
Sengatan listrik itu mengakibatkan korban tak sadarkan diri dan tersangkut di rangka baliho. Beberapa saat kemudian korban terjatuh. Di bawah, warga yang mengetahui kejadian itu sudah menyiapkan kasur untuk menangkap korban jika terjatuh.
Baca juga: Induk Facebook Meta Bakal PHK Besar-besaran, Capai 10.000 Karyawan
Maka korban pun jatuh di atas kasur tersebut. "Korban jatuh ke bawah dan berhasil ditangkap oleh warga di bawah dengan menggunakan kasur. Korban selanjutnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping," ungkapnya.
Saat terjatuh, korban diketahui masih dalam keadaan hidup dan tersadar. Korban mengalami luka pada tubuh bagian kanan serta kedua tangannya. "Saat ini masih dalam penanganan medis rumah sakit," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
APBN hingga Agustus 2026 defisit Rp240,1 triliun. Pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp394,1 triliun.
Pesawat F-2000 Italia terkena serangan di Pangkalan Udara Ta'if, Arab Saudi, saat serangkaian serangan terjadi di kawasan tersebut.
Kemenkeu menyatakan dana angsuran pertama KDKMP sebesar Rp40 triliun sudah disiapkan, tetapi masih menunggu tagihan Himbara.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
DKP Bantul mengungkap kendala UMKM olahan ikan menembus pasar ekspor, mulai kapasitas produksi hingga rantai pasok.