Kekeringan, 255 Hektare Lahan Pertanian di Prambanan Tak Ditanami
Kekeringan membuat sekitar 255 hektare lahan pertanian di Prambanan tak ditanami. Petani khawatir gagal panen dan mengalami kerugian.
Ilustrasi ibadah haji dan umrah./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rombongan calon jemaah umrah gagal berangkat ke Jeddah, Arab Saudi akibat dugaan penelantaran biro perjalanan umrah. Akibatnya rombongan tersebut terlantar berjam-jam di depan Terminal Keberangkatan YIA.
Airport Operation, Services, and Security Senior Manager YIA, Misranedi membenarkan kejadian penelantaran tersebut yang terjadi pada Jumat (17/3/2023). "Iya benar tadi memang ada kejadian itu [rombongan terlantar]. Totalnya ada 38 jemaah. Sebanyak 36 orang dari Rembang dan dua orang dari Magelang," kata Misranedi melalui keterangan tertulis.
Misranedi menambahkan bahwa rombongan tersebut awalnya akan berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Juanda, Surabaya. Hanya saja mereka ditolak oleh maskapai, karena pihak biro perjalanan belum membeli tiket pesawat.
Setelah itu, pihak biro perjalanan mengarahkan rombongan untuk berangkat ke YIA. Di YIA inilah penelantaran terjadi dan viral di media sosial seperti yang sempat diunggah melalui akun Instagram @merapi_uncover.
"Sebelumnya mereka sudah ke Surabaya. Rencananya mau diberangkatkan dari Surabaya melalui Bandara Juanda. Kemudian mereka dibawa ke Adisutjipto [sebelum ke YIA] oleh penyelenggara [biro perjalanan umrah]. Tetapi informasi yang kami dapat di Adisutjipto tidak ada penerbangan internasional. Dari situlah kemudian dipindah ke YIA," katanya.
BACA JUGA: Aturan Batas Usia 65 Tahun bagi Jemaah Umrah
Menurut Misranedi kejadian tersebut merupakan miss komunikasi. Katanya, saat ini pihak biro perjalanan telah membawa rombongan untuk menginap di hotel sekitar YIA sembari mencari solusi atas persoalan tersebut.
Salah satu calon jemaah umrah, Tasiri mengaku telah menunggu sangat lama di YIA. Dia menegaskan tidak ada kejelasan dari pihak biro perjalanan umrah. “Katanya mau ke sini bawa tiket sama paspor dan visa tetapi kok tidak ada. Padahal kami sudah bayar lunas," kata Tasiri melalui rilis audio.
Tasiri menambahkan bahwa calon jemaah umroh tersebut akan diberangkatkan ke Jeddah, Arab Saudi pada 14 Maret 2023 melalui Bandara Juanda, Surabaya. Namun, beberapa hari belakangan pihak biro perjalanan yaitu Mabari Tour dan Travel asal Rembang memundurkan jadwal keberangkatan menjadi 18 Maret 2023.
Tanpa alasan yang jelas, biro tersebut kembali merevisi jadwal keberangkatan menjadi 17 Maret 2023 di Bandara Adisutjipto, Sleman. Padahal jemaah sudah ditempatkan di Asrama Haji, Surabaya sebelum menuju ke Bandara Adisutjipto pada 16 Maret 2023 malam.
Calon jemaah lain, Ulfatul Hasanah mengatakan bahwa pihak biro membatalkan rencana keberangkatan melalui Bandara Juanda untuk diganti ke YIA. “Terus dari Jogja nanti transit ke Kuala Lumpur. Nah setelah itu baru ke Jeddah, terus naiknya pakai Air Asia," kata Ulfatul melalui rilis audio.
Para calon jemaah mencoba mengklarifikasi kejadian tersebut kepada biro perjalanan, tetapi tetap tidak mendapat kejelasan. Menurut Ulfatul, biro perjalanan terus berkilah dan meyakinkan bahwa jemaah tetap akan berangkat sesuai jadwal, yakni pada 17 Maret 2023 melalui YIA.
Akibat kejadian tersebut, Ulfatul mendesak biro perjalanan untuk mengembalikan uang yang telah diberikan calon jamaah dengan besaran Rp30 juta per orang. "Kalau gini kami ingin uang dikembalikan. Kami tidak usah umrah saja. Kami sudah mendapat malu, rugi tenaga. Jadi kami pilih kembali uang saja," katanya.
Sementara itu pihak biro perjalanan saat ditemui wartawan di hotel tempat calon jemaah haji menginap tidak ingin berkomentar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan membuat sekitar 255 hektare lahan pertanian di Prambanan tak ditanami. Petani khawatir gagal panen dan mengalami kerugian.
Bareskrim menangkap Tatang Winata, buron kasus impor HP dan popok bayi ilegal senilai Rp253 miliar di Bandara Soekarno-Hatta.
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Tim UGM mendampingi Griya Cokelat Nglanggeran memperkuat daya saing produk melalui inovasi kemasan, CRM, dan pengembangan kakao dari hulu hingga hilir.
8 dari 10 anak Indonesia disebut mengalami karies. Orang tua diminta aktif mencegah gigi berlubang dengan membiasakan sikat gigi dan membatasi makanan manis.
PSIM Jogja bersama Universitas Janabadra menargetkan pembangunan training ground standar FIFA mulai direalisasikan awal 2027.