Disnakertrans DIY Gelar Edukasi Verifikasi Data Serikat Buruh
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mendorong pemutakhiran data keanggotaan serikat pekerja secara berkala.
Aris Eko Nugroho/Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY kembali menggelontorkan miliaran rupiah dana keistimewaan (danais) DIY melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk kalurahan di DIY. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan di seluruh kalurahan di DIY dengan berbasis masyarakat.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan BKK danais pada 2023 ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2023, Rp128,5 miliar danais disalurkan kepada 34 kalurahan di DIY melalui bantuan keuangan khusus.
“Tahun 2023 ada peningkatan BKK kalurahan, dari sisi angka tahun ini sekitar Rp128,5 miliar. BKK untuk kalurahan ini untuk 21 jenis program di berbagai kalurahan yang mengajukan,” kata Aris belum lama ini.
Program BKK Danais tersebut diharapkan dapat meningkatkan pembangunan di kalurahan untuk mendukung sejumlah pembangunan yang selama ini sudah berjalan mengingat ada beberapa program berkaitan dengan infrastruktur, selain itu juga ada pemberdayaan masyarakat.
“Harapannya dapat meningkatkan perekonomian warga di kalurahan, sehingga program sepenuhnya berjalan melibatkan kelompok masyarakat,” ujar Aris.
Dari sejumlah program BKK danais tersebut, ada beberapa program baru, di antaranya untuk penanganan sampah, tata ruang untuk kawasan terpadu keistimewaan, BKK untuk warisan budaya tak benda, pemanfaatan tanah desa untuk masyarakat miskin dan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) terintegrasi.
Aris mengatakan sejumlah program baru yang digulirkan dengan BKK Danais merupakan hasil dari diskusi dengan masyarakat sehingga program tersebut berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya danais yang digunakan untuk penanganan sampah.
“Untuk jaga warga dulu pernah ada untuk 392, tetapi pada 2023 ini dikembangkan menjadi Omah Jaga Warga, ini mempersiapkan sumber daya manusia di masyarakatnya dengan menyesuaikan Pergub DIY yang terbaru. Dengan dikembangkan ini harapannya bisa lebih memberikan manfaat bagi warga kalurahan,” ujarnya.
Adapun jenis kegiatan lainnya yang didanai dengan BKK danais di kalurahan antara lain berkaitan balai budaya, kalurahan maritim, kalurahan mandiri budaya, kalurahan budaya, kalurahan wisata, kalurahan prima, kalurahan mandiri pangan, arsitektur Yogyakarta, padat karya Jogja istimewa dan pembuatan papan penanda keistimewaan DIY.
“Papan penanda keistimewaan di semua kalurahan ini, masih kurang satu kalurahan, sehingga satu kalurahan itu direalisasikan di 2023 ini. Sehingga saat ini semua kalurahan di DIY sudah memiliki papan penanda keistimewaan yang baru,” katanya.
Aris mengimbau kepada kalurahan di DIY untuk dapat memanfaatkan program BKK Danais ini pada tahun-tahun berikutnya. Program yang diajukan sebaiknya menyesuaikan potensi suatu kalurahan. "Masih sangat terbuka bagi kalurahan yang memiliki potensi untuk dikembangkan," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mendorong pemutakhiran data keanggotaan serikat pekerja secara berkala.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.