Roby Dwi Antono, Commission Artist ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO
berbasis di Yogyakarta, Roby memulai praktik berkaryanya dengan menghadirkan dunia visual yang dipenuhi karakter khas, seperti kelinci, anak-anak, dan hewan
Raudi Akmal saat nobar film Tegar di CGV Pakuwon Mall, Senin (24/7/2023)./Istimewa
SLEMAN—Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman, Raudi Akmal menghadiri nonton bersama (nobar) film Tegar bersama anak-anak PAUD/TK, SD dan SMP asal Sleman di Bioskop CGV Pakuwon Mall Jogja, Senin (24/7) pagi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Nasional Forum Pemuda Pelopor ini dalam rangka Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui film yang mendapatkan predikat inspiratif pada 2022 ini.
Film yang dibintangi oleh Aldifi Tegarajasa sebagai Tegar ini, mengisahkan tentang perjuangan dan semangat seorang anak difabel dalam menjalani hidup. Dalam film, Tegar di diceritakan mengalami kondisi-kondisi yang tidak mudah, dikucilkan oleh teman-teman bahkan ibunya sendiri.
Seusai menonton film, Raudi menyebut bahwa film besutan Anggi Frisca ini membuka mata semua orang tentang realita kehidupan seorang difabel. Ada banyak manfaat dan nilai kehidupan yang dapat diambil dari film tersebut.
"Film ini hebat, dan saya rekomendasikan agar menjadi salah satu tontonan wajib bagi para pelajar kita. Bagaimana dengan keterbatasan yang ada, kita harus punya tekad dan mimpi yang kuat untuk terus maju. Serta untuk selalu bersyukur dengan melihat ke bawah bukan ke atas," ujar dia melalui rilis, Senin.
BACA JUGA: Sinopsis Film Drama Keluarga "Jendela Seribu Sungai"
Dari film tersebut, Raudi juga menyinggung tentang konsep belajar yang tidak harus dilakukan di dalam sekolah. Menurutnya, seorang pelajar untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman bisa dilakukan di mana saja dan tidak terbatas pada tempat lingkungan formal.
"Film ini menggambarkan keinginan kuat dari anak difabel yang ingin keluar, tidak hanya di dalam rumah. Ini juga jadi pelajaran bagi para orang tua. Jangan mengekang anak untuk selalu di rumah. Justru biarkan anak berkreasi sebebasnya namun tetap dalam pengawasan yang wajar," terangnya.
Lebih jauh, Raudi mengingatkan tentang tantangan untuk mendidik karakter anak menuju Indonesia Emas pada tahun 2045.
Masih adanya kesenjangan pendidikan yang terjadi baik itu antarwilayah dan antarsatuan pendidikan harus bisa segera diselesaikan untuk mengoptimalkan pembelajaran. "Anak-anak yang sekarang berada di bangku sekolah akan memimpin pada 2045. Mereka menjadi kunci kemajuan negara kita saat berusia 100 tahun. Untuk itu karakter anak itu sangat urgen untuk dikuatkan," katanya.
"Pemerataan mutu pendidikan harus terus diupayakan. Baik itu dari fasilitas, sumber daya manusia hingga dengan pengelolaannya. Dan yang perlu diingat, pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga orang tua dan masyarakat."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
berbasis di Yogyakarta, Roby memulai praktik berkaryanya dengan menghadirkan dunia visual yang dipenuhi karakter khas, seperti kelinci, anak-anak, dan hewan
Gelombang panas ekstrem di Prancis tutup Menara Eiffel lebih awal dan pangkas etape Tour de France. Suhu di atas 35 derajat Celsius, siaga merah meluas.
Mario Aji terjatuh di lap 10 dan gagal finis di Moto2 Jerman 2026. Ivan Ortola juara setelah persaingan sengit di Sachsenring, David Alonso crash di lap 19.
Investor Jepang dan Tiongkok melirik KPI Semin di Gunungkidul. Namun hingga kini investasi baru masih sebatas penjajakan dan belum terealisasi.
Lionel Messi rekor 10 assist Piala Dunia, lewati Maradona. Bawa Argentina ke semifinal usai kalahkan Swiss 3-1. Kini siap hadapi Inggris.
Banjir di Guangxi membuat mobil listrik dimanfaatkan sebagai sumber listrik darurat. Fitur V2L membantu warga saat pemadaman listrik meluas.