Macet Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak! Komponen Ini yang Terancam
Kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga mempercepat kerusakan mobil. Kenali empat dampak utama macet terhadap mesin, rem, dan konsumsi BBM.
Ilustrasi. /Antara foto- Okky Lukmansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Kekeringan di Bantul semakin meluas. Jika sebelumnya, krisis air bersih dialami dua kalurahan di Kapanewon Dlingo, yakni Jatimulyo dan Terong, kini persoalan itu dialami oleh Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri.
BACA JUGA: Lurah Sriharjo Minta Solusi atas Amblesnya Jalan Wisata Srikeminut
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun, mengatakan sedikitnya ada 27 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di wilayahnya. Ke-27 KK tersebut tersebar di RT01 sampai RT 06 di Padukuhan Palemadu. Adapun penyebabnya dikarenakan sumur gali yang selama ini digunakan masyarakat dalam kondisi kering.
"Untuk itu, ada pengajuan air bersih. Sebab, sumur gali yang biasa digunakan masyarakat kondisinya kering," kata Titik kepada Harianjogja.com, Sabtu (12/8/2023).
Terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Bantul , Gunawan Budi Santoso mengakui telah menerima permintaan dropping air bersih untuk masyarakat di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri.
"Sementara, mereka minta dropping air bersih satu tangki (5.000 liter air bersih)," katanya.
Sebelumnya, Penewu Dlingo Agus Jaka Sunarya mengatakan permintaan dropping air bersih telah dilakukan oleh pemerintah kalurahan Jatimulyo dan Terong sejak awal Juli 2023. Sebab, ada tiga padukuhan di Jatimulyo dan 3 padukuhan di Terong mengalami kendala dalam penyediaan air bersih.
Padahal, air bersih tersebut digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan untuk konsumsi. Bukan untuk kebutuhan lainnya seperti pengairan sawah.
"Penyebabnya, pompa airnya rusak. Oleh karena itu, mereka secara rutin mengajukan permintaan dropping air bersih, baik melalui Dinas Sosial, PMI maupun BPBD. Jika ditotal sudah ada sekitar 100 tangki air didrop ke sejumlah titik di wilayah tersebut," kata Agus.
Meski pengajuan dropping air bersih masih dilakukan, namun Agus optimistis persoalan kekeringan di dua kalurahan tersebut akan segera teratasi. Hal ini menyusul telah mulai diperbaikinya pompa air yang mengalirkan air ke kedua kalurahan tersebut.
"Targetnya akhir bulan ini sudah selesai. Karena saat ini pompanya juga sudah dalam proses perbaikan," terang Agus.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengakui sejauh ini jawatannya telah melakukan dropping air bersih ke kedua kalurahan tersebut. Untuk wilayah lainnya, sejauh ini, Aka mengaku belum mendapatkan permintaan droping air.
"Untuk Kalurahannya Jatimulyo dan Terong, kami sudah mulai dropping sejak awal bulan ini. Kami biasanya kirimkan tangki air bersih dengan kapasitas 28.000 liter," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga mempercepat kerusakan mobil. Kenali empat dampak utama macet terhadap mesin, rem, dan konsumsi BBM.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.