Update Banjir Nepal dan Tibet, Hampir 1.500 Orang Dilaporkan Hilang
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
Tangkapan layar jembatan akar berlokasi di Seyegan, Sleman yang viral di media sosial. /TikTok.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah video yang menampakkan audio dan visual jembatan akar yang terletak di RT02/RW07 Kurahan, Margodadi, Seyegan, Sleman viral di media sosial (medsos). Tempat tersembunyi yang sebelumnya sepi itu kini banyak dikunjungi masyarakat yang merasa penasaran.
Salah satu dari sekian banyaknya video yang viral di media sosial adalah yang diunggah akun @jen_art di platform TikTok. Tampak dua orang pesepeda dengan pelan menuntun sepeda melewati jembatan akar tersebut.
Jembatan itu terbangun alami oleh akar pepohonan di sekitarnya. Akarnya melintang di atas sungai kecil hingga mampu menghubungkan antara ruas kanan dan kiri sungai. Di sekitar jembatan itu terlihat sejumlah pohon berukuran besar. Video jembatan akar itu telah dilihat sebanyak 179.000 kali.
Jembatan akar yang viral ini membuat warganet pun beragam komentar. Beberapa netizen yang mengungkapkan dirinya warga tinggal tak jauh dari lokasi jembatan akar pun memberikan komentar. Salah satunya terkait keberadaan jembatan akar yang sudah ada sejak lama.
“Itu sebelah utara rumahku, let 2 rumah.ta sumbah itu jembatan sejak simbah lahir sudah ada. Pasnya di dusun Kurahan 4 Margodadi, RT02, RW07,” kata akun Tiktok @michlix
Meski demikian ada juga warganet yang tinggal di Seyegan tidak mengetahui keberadaan jembatan akar ini. Mereka baru menyadari ada jembatan akar setelah viral di medsos.
BACA JUGA : Penjualan Buku oleh SD Negeri di Bantul Diprotes dan Viral
“Urip nang Seyegan wis 30 tahun malah ra reti nek ono koyo ngono [jembatan akar],” kata Bagong.
Di sisi lain tak sedikit warganet yang mengkhawatirkan terjadi kerusakan lingkungan ketika viral dan banyak yang datang. Ia berharap pengunjung yang datang tetap berusaha menjaga kelestariannya.
“Bahaya nek viral, mugo2 awet asrine, ora dirusak [jangan dirusak],” kata salah satu warganet di kolom komentar.
“Semoga terjaga kelestarian alamnya, perindah lagi biar mantab,” kata akun @udin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.
Muktamar ke-35 NU menyepakati Rais Aam dan Ketum PBNU tidak boleh rangkap jabatan politik maupun publik tertentu.
Banjir bandang dan longsor di Nepal-China menewaskan 633 orang dan hampir 3.000 masih hilang. Pencarian korban terus dilakukan.
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.