Wisatawan Gunungkidul Tembus 4,5 Juta, PAD Retribusi Capai Rp56,1 Miliar
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
Ilustrasi CPNS. /Antara Foto-Adwit B Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendapatkan kuota rekrutmen Pegawai Pemerintah dan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 439 formasi. Adapun pelaksanaan rekrutmen masih menunggu petunjuk teknis dari kementerian.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Iskandar mengatakan, sama seperti rekrutmen di tahun lalu, perekrutan di 2023 juga difokuskan pada PPPK. Meski demikian, ada yang berbeda karena lowongan dibuka lebih banyak dan tidak hanya untuk formasi tenaga pendidik dan kesehatan.
“Jadi ada untuk rekrutmen tenaga teknis mulai tahun ini,” kata Iskandar kepada wartawan, Senin (28/8/2023).
Berdasarkan informasi yang diberikan, total kebutuhan PPPK yang disediakan sebanyak 439 formasi. Rinciannya, sebanyak 180 tenaga pendidikan atau guru, 139 tenaga kesehatan, dan tenaga teknis ada 120 pegawai.
Iskandar mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan rekrutmen PPPK. Salah satunya dengan membentuk tim seleksi daerah yang sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.
“Untuk pelaksanaan rekrutmen, kami masih menunghgu petunjuk teknis dari Kemenpan-RB sebagai pedomannya. Hingga sekarang belum turun,” kata Iskandar.
BACA JUGA:Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2023 dan Link Pendaftaran
Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan, sudah mendapatkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatus Negara dan Reformasi Birokrasi No.546/2023 entang Penetapan Kebutuhan Pegawai ASN di Lingkup Kabupaten Kota. Menurut dia, didalam surat tersebut ada jumlah formasi PPPK yang akan dibuka di Gunungkidul.
Meski demikian, sambung dia, pengumuman formasi yang sudah beredar secara luas ini telah dikonfirmasi ke BKPPD, namun diminta menunggu pengumuman secara resmi. “Jadi kami masih diminta menunggu termasuk teknis dalam pelaksanaan perekrutan,” katanya.
Hanya saja, Aris berharap rekrutmen PPPK bisa menjadi kesempatan bagi para tenaga honorer untuk dapat menjadi ASN di lingkup pemkab. Hal ini tak lepas dari kinerja para honorer dalam membantu proses pelayanan di lingkup pemerintahan.
“Harus ada solusi yang tepat agar tidak terjadi kesenjangan antara pegawai. Terlebih lagi, juga ada rencana penghapusan pegawai non ASN, sehingga harus ada solusi sehingga tidak menimbulkan masalah kelak di kemudian hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
TNI melaporkan tiga terduga anggota OPM tewas dalam kontak tembak di Maybrat, Papua Barat Daya. Identitas dua korban masih diverifikasi.
Kulonprogo kekurangan ratusan guru SD-SMP. Disdikpora memprioritaskan penataan SDM sebelum mengusulkan rekrutmen baru.
RSUD Muntilan menguji Dashboard DIAMOND di empat instalasi untuk mengintegrasikan pelaporan, memantau kinerja, dan mendukung keputusan berbasis data.
Kapolri Suyudi Ario Seto memimpin sertijab Irwasum Polri dan empat Kapolda, termasuk pejabat baru untuk Metro Jaya, Maluku, Jatim, dan Bali.
Bulog menyebut harga gabah hingga Rp9.000 per kg dan terbatasnya panen memicu kenaikan harga beras. Sebanyak 300.000 ton beras premium disiapkan.