PENGABDIAN MASYARAKAT: Siswa SLB di Sleman Belajar Agribisnis Pangan
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
DKUKMPP Kabupaten Bantul bersama dengan Bulog Kanwil Yogyakarta menyalurkan beras SPHP kepada pedagang di Pasar Niten, Selasa (19/9/2023). (Harian Jogja/Stefani Yulindriani)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul menyalurkan beras lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) di Pasar Niten, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Selasa (19/9).
BACA JUGA: Harga Pangan 19 September 2023, Harga Beras Masih Tinggi, Telur & Cabai Naik!
Kegiatan ini bertujuan menekan kenaikan harga beras beberapa waktu terakhir. Kepala Bidang Sarana Perdagangan DKUKMPP, Bantul Zona Paramitha menyampaikan penyaluran beras SPHP merupakan kerja sama antara lembaganya dengan Bulog Kanwil Jogja untuk menyetabilkan harga beras di pasaran. Dalam penyaluran tersebut sebanyak delapan ton beras disalurkan kepada 12 kelompok pedagang Pasar Niten.
“Kemarin ada permintaan penyaluran beras dari APPSI [Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia] Pasar Niten, kemudian hari ini sudah tersalurkan [beras SPHP] kepada 12 kelompok pedagang Pasar Niten,” katanya saat ditemui di Pasar Niten, Selasa.
Dengan penyaluran beras SPHP tersebut, kata Zona Paramitha, diharapkan harga beras yang belakangan naik dapat menurun harganya. Harga beras SPHP telah dipatok sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp10.900 per kilogram.
Dengan penyaluran tersebut, diharapkan pedagang dapat menjual beras sesuai dengan HET, sehingga masyarakat dapat membeli beras dengan harga terjangkau. “Ini [penyaluran beras SPHP] dilakukan agar pedagang dapat menjual beras kepada masyarakat sesuai harga eceran tinggi [HET]. Penyaluran ini dilakukan agar masyarakat dapat membeli beras dengan murah,” katanya.
Lurah Pasar Niten, Nur Wijaya menyambut baik penyaluran beras SPHP tersebut. Dia berharap para pedagang menjual harga beras sesuai HET. “[Penyaluran beras SPHP] sangat bermanfaat. Kami imbau agar harga jualnya diseragamkan,” katanya.
Ketua APPSI Pasar Niten, Sumiyati menyampaikan penyaluran beras tersebut sangat membantu masyarakat agar dapat membeli beras dengan harga terjangkau.
“[Harga] beras saat ini cukup tinggi. Ini [penyaluran beras SPHP] sangat membantu masyarakat karena harganya cukup rendah. Kalau harga beras tinggi, uang yang ada habis untuk membeli beras, padahal ini kebutuhan pokok setiap rumah tangga. Ini membantu perekonomian rumah tangga, pedagang,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Malioboro ditargetkan full pedestrian November 2026. GIPI DIY meminta Pemda menyiapkan solusi bagi pelaku industri pariwisata.
Prabowo Subianto menerima Kartanu dari PBNU saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Belanja APBN di DIY mencapai Rp11,61 triliun hingga Juli 2026, dengan TKD Rp5,33 triliun dan sejumlah program strategis berjalan.
PSS Sleman memaparkan progres Home Ground Training, akademi usia muda, tata kelola klub hingga kesiapan tim dalam sarasehan bersama BCS dan Slemania jelang Supe
PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), menghadirkan empat kerja sama strategis