BLUT KUMKM DIY Gandeng JETC Gelar Pelatihan Bahasa Inggris
Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY menggandeng Jogja English Training Centre (JETC) menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi tenant dan tenaga pendukung
Salah satu menu yang ada di rooftop Pulang ke Uttara, 18+. (IST)
Harianjogja.com, JOGJA—Bar yang berlokasi di rooftop Pulang ke Uttara, Speakizzie melakukan jenama ulang menjadi 18+. Nama ini diambil dari lokasi bar yang terletak di lantai 18 plus naik satu lantai lagi untuk sampai ke music bar.
Mengusung tema music bar, 18+ berkolaborasi dengan Lana Pranaya, owner Suara Dewandaru, salah satu listening café di Yogyakarta. Lana, yang juga sebagai Program Director, merancang 18+ sebagai music bar dengan high-fidelity sound systems. Menurut Lana, konsep music bar bisa menjadi medium untuk saling terhubung dan mengenal satu sama lain dengan ketertarikan yang sama.
“Selain musik sebagai suguhan utama, 18+ juga menawarkan berbagai macam menu makanan dan minuman yang berfokus pada cocktail dari classic hingga signature. Koleksi single-malt whisky di 18+ juga merupakan salah satu yang terlengkap,” kata dia dalam rilis, Jumat (29/9/2023).
Dengan semangat yang sama, 18+ dan Lana Pranaya berharap bisa menjadikan tempat ini sebagai ruang dan wadah untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang akan selalu hidup dan tumbuh di kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY menggandeng Jogja English Training Centre (JETC) menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi tenant dan tenaga pendukung
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.