Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah narasumber mengisi forum pentahelix, di Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Senin (4/12/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Bantul memiliki 50 Desa Wisata yang menyuguhkan berbagai potensi pada para pengunjung. Melalui keterlibatan pihak-pihak lainnya, Desa Wisata didorong untuk terus meningkatkan kualitasnya.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Fenty Yusdayati, dalam forum Pentahelix Pariwisata, di Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Senin (4/12/2023). “Desa Wisata diharapkan meningkat menjadi quality tourism,” ujarnya.
Dengan quality tourism, wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata akan menghabiskan lebih banyak uang untuk berbelanja dan menikmati berbagai pelayanan di Desa Wisata tersebut sehingga meningkatkan pendapatan Desa Wisata termasuk para pelakunya.
“Jadi tidak hanya banyak yang datang tapi tidak memberi kontribusi yang banyak. Nah dengan quality tourism, misal di sini ada gurah, kemasannya dibuat menarik, sehingga bisa mengangkat ekonomi setempat,” paparnya.
Pentahelix melibatkan pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas serta media. Ia mencontohkan dari sisi akademisi, bisa melakukan pendampingan kepada Desa Wisata. “Keunggulan dari daerah sini misal batik, ya didampingi, bagaimana packaging, promosi dan sebagainya,” katanya.
BACA JUGA: Wisatawan Mancanegara Mulai Melirik Desa Wisata di Bantul
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menuturkan melalui forum pentahelix ini, berbagai unsur yang terlibat diajak untuk berdiskusi mengembangkan pariwisata. “Di sini menghadirkan 12 Desa Wisata perwakilan dari 50 Desa Wisata. Secara kuratif, dari berbagai pihak mengimentari ini memang layak dijual internasional, baik produknya, daya tariknya,” katanya.
Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pemasaran Desa Wisata karena sebagian besar memiliki program pertukaran pelajar dengan mahasiswa asing. “Beberapa kampus menyepakati kalau pertukaran pelajar diajak ke Desa Wisata,” ungkapnya.
Di sisi lain, pengelola Desa Wisata didorong untuk meningkatkan amenitas termasuk akomodasi wisata. “Wisatawan mancanegara diharapkan tidak lagi tinggal di hotel, tapi di area tempat wisata termasuk di desa wisata. Maka mau-tidak mau Desa Wisata harus memperbaiki standar pelayanan homestay,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
KPK masih menunggu kedatangan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
KSAD Maruli Simanjuntak menanggapi namanya yang disebut masuk bursa calon Panglima TNI dan menyebut seluruh kepala staf berpeluang menjadi calon.
Pemerintah menargetkan jalan tol bebas truk ODOL mulai 1 Januari 2027 dengan integrasi data dan pengawasan berbasis teknologi.
Ingin mengambil Paket C? Simak syarat dokumen, cara daftar, proses pembelajaran, hingga ketentuan penilaian dan ujian Paket C.