Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Komisaris Utama PT MAK Buntoro (tengah) di sela kegiatan penyaluran Bansosdik di Kantor PT MAK, Rabu (17/1/2024)
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan siswa di wilayah Kalasan dan Prambanan, Kabupaten Sleman mendapatkan beasiswa sosial pendidikan (Bansosdik) dari PT Mega Andalan Kalasan (MAK).
Bantuan berupa beasiswa tersebut diberikan bagi siswa SD swasta yang mengalami tunggakan pembayaran SPP. Siswa-siswi tersebut berasal dari SD Kanisius Kalasan, SD Kanisius Totogan, SD Eksperimental Mangunan, dan SD Kanisius Kadirojo. Total Bansosdik yang disalurkan Rp150,16 Juta.
Komisaris Utama PT MAK Buntoro mengatakan tidak semua anak bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Ada kondisi di mana orangtua secara ekonomi tidak mampu dan terpaksa harus menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Bisa karena masalah kependudukan, sosial, atau alasan privasi lainnya.
BACA JUGA: Bedah Rumah Qhomemart Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
"Kondisi ini menjadi beban yang akhirnya menimbulkan dampak orang tua tidak mampu membayar biaya pendidikan, menunggak SPP dan ini berpotensi menghambat proses belajar anak baik secara fisik maupun mental," katanya di sela kegiatan yang dihadiri Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Sleman Kunto Riyadi, Kadisdik Sleman Ery Widaryana dan Kadinsos Sleman Mustadi, Panewu Kalasan dan Prambanan, para lurah, serta orangtua siswa penerima beasiswa.
Dijelaskan Buntoro, Bansosdik tersebut merupakan perwujudan dari misi MAK yang ke empat yakni turut membangun citra industri yang memakmurkan masyarakat. Bansosdik juga menjadi salah satu kredho MAK terkait tanggung jawab kepada komunitas di sekitar.
"Dengan bantuan tersebut disertai penciptaan lapangan pekerjaan, diharapkan dapat mengurangi atau menghapuskan kemiskinan dan pengangguran di Kapanewon Kalasan dan Prambanan," kata Buntoro.
Bansosdik yang disalurkan MAK, lanjut Buntoro, diharapkan dapat berlanjut untuk jenjang pendidikan SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Dia juga berharap, Bansosdik yang disalurkan dapat menginspirasi perusahaan lainnya di wilayah DIY khususnya Sleman agar ikut bersama-sama membantu kesulitan masyarakat.
BACA JUGA: Bantuan Pangan Untuk 3.583.000 Keluarga di Jateng Mulai Disalurkan secara Bertahap
"Banyak perusahaan yang mungkin tidak mengetahui caranya membantu dan memberdayakan masyarakat sekitar. Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi perushaan lain," katanya.
Tak hanya itu, Manajemen PT MAK saat ini juga sedang merumuskan rencana program bantuan pembayaran tunggakan iuran BPJS Kesehatan mandiri dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan mandiri bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Tentu saja, penerima bantuan akan dilakukan tahap seleksi secara ketat agar tepat sasaran.
"Kami ingin ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kami berikan Bansosdik ini, sekaligus untuk meginspirasi teman-teman dunia usaha lainnya dalam membangun kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar," kata Buntoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.