Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Ilustrasi. /Solopos
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menggencarkan pembersihan saluran drainase menghadapi musim hujan. Tim terus bergerak untuk membersihkan drainase tersumbat di Sleman.
Kepala DPUPKP Sleman, Taufiq Wahyudi mengungkapkan pembersihan saluran telah dilakukan sejak awal musim penghujan Desember lalu. Fokus pembersihan dilakukan pada saluran-saluran air yang mengalami penyumbatan atau kotor.
"Desember pas awal musim hujan sudah kami antisipasi, kami pembersihan saluran. Drainase terutama itu yang mengalami penyumbatan sudah kami bersihkan. Jadi yang rusak kami perbaiki," kata Taufiq, Senin (22/1/2024).
Beberapa lokasi yang jadi fokus pembersihan tersebar di titik-titik langganan banjir. Misal di area Kamdanen dan Pangukan. "Jadi kalau yang kami fokuskan yang seperti masalah di Kamdanen yang sering banjir itu kan, kemudian yang di Pangukan itu kan irigasinya sudah kami bersihkan. Harapan kami tidak ada lagi [genangan]," lanjutnya.
Hingga saat ini tim kata Taufiq masih terus bergerak membersihkan saluran drainase yang tersumbat. Namun secara garis besar meskipun masih ada genangan, air akan hilang dalam kurun waktu dua jam. Tidak sampai ekstrem tergenang berjam-jam.
"Kami masih bergerak juga. Ya memang ada genangan mungkin ya, tapi kan tidak lebih dari dua jam, yang ekstrem kan enggak ada, masih bisa teratasi," imbuhnya.
BACA JUGA: BMKG Perkirakan Hujan Lebat Terjadi Merata Hampir di seluruh DIY pada 19-20 Januari 2024
Kecuali bila hujan yang turun terjadi secara terus menerus dan dengan intensitas yang tinggi, genangan air butuh waktu untuk meresap. "Itu kan hanya butuh waktu saja untuk penyerapan atau lari ke sungai," tandasnya.
Sebelumnya Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta, Warjono mengimbau masyarakat perihal potensi hujan yang ditimbulkan dari Siklon Tropis Anggrek yang bisa berdampak pada berbagai bencana hidrometeorologi. Salah satu potensi bencana hidrometeorologi yang menjadi kewaspadaan ialah genangan air maupun banjir.
"Waspada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang berdampak bencana hidrometeorologi seperti longsor di pegunungan, pohon tumbang serta genangan air atau banjir. Selalu pantau info BMKG," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.