Tak Perlu Sinyal, Canva Hadirkan Fitur Offline untuk Desain
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Ilustrasi korban kekerasan seksual./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Panewu Kasihan, Bantul, Subarta mengaku kaget dan terkejut terkait adanya pelaporan dari A, perempuan asal kapanewon Kasihan, Bantul yang diduga mendapatkan kekerasan seksual ke Polres Bantul, pada Kamis (25/1/2024).
Pihaknya pun telah berkonfirmasi terkait apa yang dialami A kepada sejumlah pihak, seperti Satgas PPA dan Babinkamtibmas.
BACA JUGA: Diancam Dibunuh dan Jadi Korban Kekerasan Seksual, Wanita Asal Bantul Lapor Polisi
“Ternyata kejadiannya sudah lama dan baru dilaporkan sekarang. Padahal kan di tiap kalurahan ada Satgas PPA yang bisa membantu untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. Tapi, kita enggak tahu kenapa baru dilaporkan? Mungkin ada yang membuatnya was-was,” kata Subarta, Jumat (26/1/2024).
Lebih lanjut, Subarta mengaku korban kini telah ditangani oleh Satgas PPA. Sementara terduga pelaku kini telah diamankan oleh Polres Bantul. Agar persoalan keterlambatan pelaporan atas kekerasan yang dialami tidak terulang, Subarta menyampaikan akan memberikan edukasi tentang kekerasan dan pelecehan seksual kepada masyarakat.
“Kami berharap nantinya jika ada korban agar segera melaporkan hal ini ke Satgas PPA dan nanti akan ditindak lanjuti,” terangnya.
Sementara Ketua Satgas PPA Kabupaten Bantul Zainul Zain melihat peristiwa kekerasan seksual dengan disertai ancaman yang berulang dan menimpa A, hampir sama dengan kejadian yang terjadi di Palbapang, Bantul beberapa waktu lalu.
Meski ada keberanian dari korban melaporkan kekerasan seksual ke Polres Bantul, Zain melihat pelaporan yang terlambat justru akan membuat penanganan hukum atas kekerasan terhadap korban lemah.
“Harusnya langsung dilaporkan. Karena ini akan berkaitan dengan pembuktian dan proses penanganan perkara. Untuk itu kami imbau agar jika ada yang mengalami hal ini untuk segera lapor, agar penangan dari kepolisian bisa segera dilakukan,” kata Zain.
BACA JUGA: Wanita di Bantul Diancam Dibunuh dan Jadi Korban Kekerasan Seksual, Ini Pesan Satgas PPA
Disamping itu, untuk mencegah terjadinya peristiwa yang sama, pihaknya berharap tidak hanya dari kepolisian, tapi juga semua pihak untuk menyosialisasikan terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak. Begitu juga apa yang harus dilakukan jika ada korban dari kasus kekerasan seksual.
“Agar nantinya penanganan dan pembuktian bisa optimal,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.