Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
PHDI Kabupaten Sleman mengadakan Upacara Giri Kerti di Kaliurang untuk menyambut Hari Suci Nyepi 1946 Caka, Jumat (23/2/2024). - Antara/ist/Bagian Prokopim Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Menyambut Hari Suci Nyepi 1946 Caka, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sleman, Upacara Giri Kerti di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Jumat (23/2/2024).
Ketua kegiatan Upacara Giri Kerti di Sleman I Wayan Putu Sari mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Suci Nyepi 1946 Caka.
Menurut dia, Upacara Giri Kerti atau Merti Gunung yang telah empat kali diadakan PHDI Kabupaten Sleman ini diikuti sebanyak 60 umat Hindu se-DIY. "Tujuan diadakannya acara ini untuk menyucikan gunung, dalam rangkaian menyambut perayaan Hari Suci Nyepi," katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan Upacara Giri Kerti ini juga merupakan wujud rasa syukur terhadap Hyang Girisa atau rajanya gunung, yang telah menganugerahkan sumber kehidupan atau amarta yang melimpah sepanjang tahun.
BACA JUGA: Destinasi Wisata DIY Masih Jadi Incaran Berwisata Anak Sekolah
Bupati Sleman Kustini yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi kegiatan Upacara Kerti yang diadakan oleh PHDI Kabupaten Sleman.
Kustini menilai kegiatan ini adalah wujud rasa handarbeni atas kekayaan alam sekaligus meningkatkan kesadaran kita dalam memelihara pelestarian lingkungan.
"Sudah menjadi kewajiban kita untuk mensyukuri dan menjaga kelestarian hutan, gunung dan alam untuk kesejahteraan dan kemakmuran seluruh makhluk," katanya.
Menurut dia, Gunung Merapi di Kabupaten Sleman ini tidak sebatas menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar, namun juga menjadi sebuah pusat peradaban budaya yang terus kita jaga. "Melalui kegiatan ini diharapkan agar Gunung Merapi terus memberikan manfaat dan dijauhkan dari bencana erupsi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.