Bank Jateng Syariah dan Ash Shodiqiyah Jalin Kerja Sama Digitalisasi
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin (berbatik coklat), dan Penulis Esaputri Purwandari dalam bedah buku bertajuk "Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas" karya Esaputri Purwandari dkk di Limasan Prodong, Jumat (15/3/2024). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku bertajuk Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas karya Esaputri Purwandari dkk di Limasan Prodong, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul, Jumat (15/3/2024). Bedah buku tersebut digelar untuk meningkatkan literasi masyakat mengenai pengelolaan sampah.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Muhamad Rosyid Budiman mengatakan bedah buku kali ini membahas mengenai pengelolaan sampah. "Kami berharap masyakat tahu cara mengelola sampah, karena sampah bisa menjadi bahan ekonomi untuk dikelola," katanya.
BACA JUGA: BEDAH BUKU DPAD DIY Gugah Kesadaran Wisata melalui Program Literasi
Dia menuturkan, bedah buku yang digelar bertujuan meningkatkan literasi pada masyarakat. "Karena kami ingin literasi masyarakat meningkat. Harapannya, dengan literasi yang lebih baik mereka dapat berkegiatan yang bisa memberikan dampak ekonomi," katanya.
Dengan tingkat literasi yang tinggi, masyakat dapat lebih memahami berbagai cara untuk meningkatkan penghasilan. "Hal ini sejalan dengan keinginan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yakni menurunkan angka kemiskinan di DIY," katanya.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin menilai sampah telah menjadi masalah utama di Jogja. "Maka, kami sampaikan bahwa pengelolaan sampah menjadi skala prioritas pembangunan di DIY," katanya.
Terlebih, saat ini TPST Piyungan bakal ditutup total. Menurut dia, setiap kabupaten dan kota di DIY harus memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. "DPAD DIY memberikan literasi berkaitan dengan darurat sampah yang terjadi di DIY," katanya.
Sementara, Esaputri Purwandari selaku penulis buku sekaligus penggerak Koperasi Konsumen Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (Gemi) menyampaikan komunitasnya terus membantu edukasi pengelolaan sampah kepada masyakat.
"Karena jumlah warga di DIY banyak, maka perlu gerakan pengelolaan sampah agar bisa mengelola sampah secara cerdas," katanya.
Koperasi Konsumen Gemi selama ini telah mengolah sampah menggunakan magot, pembuatan sabun dari minyak jelantah, dan kerajinan dari plastik. "Dari sampah bisa jadi berkah," katanya.
Menurutnya, buku Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas dibuat berdasarkan pengalaman Koperasi Konsumen Gemi dalam pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Komunitas tersebut telah berdiri sejak 2015 dan bergerak dalam pendirian dan pendampingan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat di berbagai komunitas.
Buku tersebut berdiri dari empat bagian, yaitu pengenalan konsep zero waste, peraturan pengelolaan sampah, pengenalan jenis sampah dan berbagai metode pengolahannya, serta cara mendirikan dan mengembangkan bisnis kelompok pengelola sampah mandiri. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Ban gundul bukan hanya soal potensi pelanggaran lalu lintas. Kondisi ban yang aus dapat meningkatkan risiko tergelincir, memperpanjang jarak pengereman, hingga
Malaysia menang telak 4-0 atas Laos pada laga Grup B Piala AFF 2026. Hasil ini membawa Harimau Malaya memuncaki klasemen sementara.
Jadwal Piala Presiden 2026 hari ini menghadirkan Persija Jakarta vs Port FC dan PSMS Medan vs Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir,"