Penyaluran ZIS Mampu Tingkatkan Penghasilan UMKM

Sunartono
Sunartono Selasa, 19 Maret 2024 23:17 WIB
Penyaluran ZIS Mampu Tingkatkan Penghasilan UMKM

Foto ilustrasi pedagang UMKM. /Istimewa.

Harianjogj.com, JOGJA—Dana zakat infak sedekah (ZIS) yang berasal dari masyarakat dapat memberikan manfaat dan meningkatkan penghasilan bagi para pedagang kecil atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Jogja. ZIS tersebut biasanya meningkat khususnya di bulan Ramadan.

Salah satunya program pendampingan UMKM berasal dari zakat infak dan sedekah masyarakat yang digulirkan Dompet Dhuafa. Ramadan tahun ini diharapkan menjadi penyambung dan merekatkan antar individu. Beragam kegiatan dan ajang kebaikan seperti berzakat, infak, sedekah maupun wakaf menjadi dorongan tersendiri di masyarakat.

BACA JUGA : Kemampuan Digital Pelaku UMKM di Sleman Terus Ditingkatkan

"Manfaat dari meningkatnya ajang kebaikan ini bisa menghasilkan pemberdayaan di masyarakat dengan ekonomi bawah. Salah satunya melalui program pemberdayaan UMKM yaitu warung dorong, angkringan hingga mie ayam bakso," kata Pimpinan Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron Selasa (19/3/2024).

Program pemberdayaan UMKM menggunakan ZIS tersebut bertujuan mengubah warung angkringan menjadi bersih, memenuhi standar kesehatan, dan makanan yang dijajakan lebih standar dari sisi rasa. Harapannya calon pembeli akan lebih memilih warung para penerima manfaat program sehingga pendapatannya meningkat.

“Meningkatnya semangat masyarakat untuk berzakat, infak, sedekah dan wakaf, hal ini menjadi komitmen kami bersama dalam menjaga amanah, kepercayaan hingga tanggung jawab dalam meningkatkan kesejehateraan masyarakat," ujarnya.

Salah satu penerima manfaat program Sulastri mengakui adanya pendampingan program tersebut sehingga ia bisa berjualan dengan volume yang meningkat dibandingkan sebelumnya ala kadarnya. Selain itu gerobak jualan lebih menarik.

"Sekarang jajanan yang saya jual jadi lebih banyak. Alhamdulilah dengan ini saya bisa membantu perekonomian keluarga," kata warga Wirobrajan, Jogja ini.

Pedagang Mie Ayam penerima manfaat program Gito menambahkan pendampingan tersebut membuatnya memahami manajemen keuangan. Mulai dari penghasilan, cara mengolah makanan dan menyajikan secara higenis serta memilih bahan bahan.

"Pendapatan dari penjualan mie ayam dan bakso semakin meningkat, bisa mencukupi kebutuhan keluarga terutama biaya sekolah anak," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online