Klaten Siap Gelar Kejurnas Motocross 2026
Kabupaten Klaten kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu daerah penyelenggara olahraga otomotif di Indonesia melalui Klaten International Motocross
Gelaran konferensi pers yang diinisiasi oleh WWF terkait dengan kegiatan kampanye Earth Hour di El Hotel Yogyakarta Malioboro, Sabtu (23/3) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
JOGJA—Organisasi World Wide Fund for Nature (WWF) kembali melaksanakan Earth Hour yang dipusatkan di Titik Nol Kilometer, Sabtu (23/3/2024). Earth Hour merupakan kampanye untuk mematikan lampu, gadget, atau perkakas elektronik yang menggunakan listrik selama satu jam. Dimulai pukul 20.30-21.30 WIB. Selain di Jogja, kampanye ini juga digelar serentak di 15 kota lainnya di Indonesia dan juga di 190 negara.
Tahun ini, Jogja terpilih menjadi pusat gelaran Earth Hour Indonesia. Direktur Forest and Wildlife Program Yayasan WWF Indonesia Muhammad Ali Imron menuturkan kegiatan ini menjadi bagian dari menjaga bumi. Menurutnya, bumi lambat laun semakin tua. Upaya semacam ini perlu untuk dilakukan sebagai cara menjaga bumi meski dengan cara yang sederhana.
"Kegiatan yang difatnya simbolis ini memiliki makna yang mendalam. Di antara keseharian kita yang menggunakan energi sering kali berlebih, diminta untuk 60 menit mengurangi sejenak dengan simbol mematikan listrik, lampu, gadget," ujarnya saat press conference di El Hotel Jogja Malioboro, Sabtu (23/3/2024).
Menurut Ali, manusia hidup harus selaras dengan alam. Jika memanfaatkan alam dengan melebihi kapasitas, maka dikhawatirkan alam akan rusak. Dampaknya, manusia juga yang akan merasakannya. Apalagi saat ini telah mulai dirasakan efek dari pemanasan global. Misalnya dengan cuaca yang tidak menentu. Suhu pada siang hari yang juga dirasakan semakin panas.
BACA JUGA: Perjalanan Jauh Menggunakan Motor, Ini Rekomendasinya
"Kami mencoba untuk menyuarakan, kami membutuhkan momentum. Kami ingin merayakan ini dengan aktivitas yang disukai, meski hanya dengan mematikan lampu," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kelautan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengaku mengapresiasi upaya WWF untuk melestarikan bumi. Kampanye Earth Hour ini baginya penting untuk dilakukan. Selama ini, sebagian energi masih disuplai menggunakan bahan fosil yang tak bisa diperbaharui. Jika terus-terusan digunakan, maka akan menyebabkan efek rumah kaca yang berdampak buruk bagi manusia.
"Ini menjadi momentum strategis untuk mengingatkan masyarkat bahwa saat ini telah terjadi perubahan iklim karena pembangkit listrik berbhan fosil. Ketergantungan listrik makin meningkat dan pembangkit listrik berbahan fosil yang menghasilkan gas rumah kaca berdampak pada pemanasan global," jelasnya.
Dia berharap, Earth Hour tak hanya menjadi sebuah seremonial belaka. Namun, akan terus dilakukan secara berkelanjutan secara riil. Misalnya dengan menempuh berbagai upaya penghematan penggunaan listrik.
"Earth Hour 2024 memang hanya simbol, tapi mudah-mudahan ini akan menjadi perilaku kita bersama untuk hemat energi ke depan dan penggunaan apapun bisa ramah lingkungan," ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Klaten kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu daerah penyelenggara olahraga otomotif di Indonesia melalui Klaten International Motocross
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
13 Agustus 2026 diperingati sebagai HUT Mahkamah Konstitusi RI ke-23 dan Hari Pengguna Tangan Kiri Internasional. Simak sejarah dan makna kedua peringatan ini
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini